Ditemukan Tergantung di Pohon Gamal, Pria di Lembata Diduga Bunuh Diri

Tim Reskrim dan Indetifikasi Polres Lembata
banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Senin, 06 April 2026 sekitar pukul 19.30 WITA, Reskrim Polres Lembata bersama tim identifikasi Polres Lembata mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas Polsubsektor Ile Ape terkait penemuan mayat di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mayat tersebut merupakan salah satu warga Desa Lamawara, seorang laki-laki kelahiran Tahun 2004.

banner 325x300

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Seksi Humas Polres Lembata, Iptu Ona Pattipeilohy menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Kakak kandung korban dalam keadaan tergantung dengan tali nilon ukuran 18 mili.

“Jadi awalnya sekitar pukul 07.00 WITA, korban pergi ke kebun untuk mencari makanan babi. Tapi sekitar pukul 18.00 WITA, Korban tidak kunjung datang sehingga saksi (kakak kandung korban) mengajak rekannya untuk mencari korban,” jelas Ona

Lebih lanjut Ona menjelaskan, korban merupakan anak yang pendiam dan tidak memiliki riwayat penyakit. Pada tahun 2023 korban pernah bekerja di Batam, pada tahun 2025 karena kakak korban lainnya sakit sehingga pihak keluarga meminta korban untuk pulang.

“Saksi menjelaskan bahwa awal tahun 2026 korban ingin pergi ke Batam untuk bekerja tapi pihak keluarga tidak ijinkan korban karena pihak keluarga tidak mempunyai biaya transportasi ke Batam,” jelas Ona.

Penemuan mayat korban ini bermuala ketika sekitar pukul 07.00 WITA, korban berpamitan hendak ke kebun untuk mencari makanan babi. Sekitar pukul 18.00 WITA, korban tidak kunjung datang sehingga saksi mengajak saudara Fransiskus Simon Bahir untuk mencari korban. Tepat di lokasi kebun Mahen, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali nilon di pohon gamal.

Lebih lanjut, Ona menerangkan bahwa tim Reskrim dan identifikasi Polres Lembata tidak melakukan olah TKP di lokasi kejadian karena korban sudah dibawa oleh keluarga dan masyarakat ke rumah duka sehingga TKP rusak. Namun, anggota Polsubsektor Ile Ape yang datang lebih awal telah melakukan olah TKP awal sebelum korban diturunkan dari pohon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama Tim Medis, terdapat jejak jeratan di sekeliling leher. Posisi lidah tergigit. Terdapat cairan sperma di kemaluan korban. Posisi jari tangan kiri dan kanan mengepal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pihak keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,“ kata Ona.**(DK/BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *