BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di NTT 11–13 Maret, Lembata Masuk Wilayah Waspada

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG, SWARALOMBLEN.com—|Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada 11 hingga 13 Maret 2026.

Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.

banner 325x300

Dalam rilis resmi BMKG disebutkan, beberapa daerah termasuk Kabupaten Lembata masuk dalam kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada periode tersebut. Selain Lembata, wilayah lain yang juga berpotensi mengalami kondisi serupa antara lain Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, TTU, TTS, Belu, serta sejumlah daerah di Pulau Sumba.

Sementara itu, BMKG juga menetapkan status siaga bagi beberapa wilayah seperti Kabupaten Kupang, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, serta Sumba Barat Daya karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional, di antaranya menguatnya Monsun Asia serta aktivitas gelombang atmosfer seperti Low Frequency Wave, Kelvin Wave, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.

Selain itu, keberadaan pusat tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara turut memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di sekitar NTT. Kondisi ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang juga dapat disertai peningkatan kecepatan angin.

BMKG juga mencatat tingkat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar berada pada kisaran 70 hingga 90 persen, kondisi yang sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di wilayah NTT.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi akibat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Peringatan dini ini mulai berlaku pukul 08.00 WITA dan akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca di wilayah NTT.**

(Sumber BMKG Wilyah NTT)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *