Homili Malam Paskah Rd Blasius Kleden: Ajakan Bangkit dan Bertanggung Jawab di Tengah Tantangan Zaman

Pose: Bedos Making
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Pada perayaan Malam Paskah, Sabtu (04/04/2026), Rd. Blasius Masang Kleden menyampaikan homili yang menyoroti tanggung jawab umat dalam menjalani hidup sebagai wujud nyata kebangkitan Kristus.

Dalam refleksinya, ia mengajak umat untuk melihat kembali apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari—baik melalui tindakan, tutur kata, maupun interaksi di media sosial. Ia menekankan bahwa segala sesuatu yang dibagikan kepada sesama seharusnya dilandasi oleh motivasi yang baik, bukan justru saling menjatuhkan atau “menelanjangi” satu sama lain di ruang publik digital.

banner 325x300

Selain itu, ia menyinggung isu yang berkembang di masyarakat terkait eksploitasi panas bumi di wilayah Atakore, yang mengingatkan umat pada pengalaman sebelumnya di Mataloko.

Menurutnya, perdebatan yang ramai di media sosial perlu disikapi secara bijak. Gereja, katanya, tidak hanya melihat potensi manfaat pembangunan, tetapi juga memperhatikan dampak negatif yang mungkin timbul, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial budaya masyarakat lokal.

Lebih jauh, homili Rd. Blasius Masang Kleden mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan serius yang dihadapi masyarakat, seperti meningkatnya angka bunuh diri, kasus HIV/AIDS, kehamilan usia anak, serta praktik perjudian.

Ia mengingatkan bahwa hidup manusia berada di tangan Tuhan, sehingga setiap orang dipanggil untuk menjaga dan menghargai kehidupan, termasuk dengan saling mendukung dan memperhatikan satu sama lain.

Secara khusus, orang muda diajak untuk menyadari bahwa masa depan ada di tangan mereka. Mereka didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyelamatkan teman-teman sebaya dari berbagai tantangan hidup.

Mengacu pada kisah kebangkitan Yesus dalam Injil Matius, ia menggambarkan bagaimana para perempuan yang datang ke makam diliputi rasa takut, namun tetap menerima kabar sukacita: “Jangan takut… Ia telah bangkit.” Pesan untuk pergi ke Galilea dimaknai sebagai ajakan untuk kembali ke “habitat” masing-masing—tempat di mana setiap orang hidup dan berkarya.

Dengan demikian, kebangkitan Kristus tidak hanya dirayakan secara liturgis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata: di kebun sebagai petani, di sekolah sebagai guru, dan dalam keluarga sebagai pembawa damai.

Homili tersebut ditutup dengan ajakan kepada umat untuk bangkit bersama, menumbuhkan semangat hidup yang kuat, serta tampil sebagai generasi yang bermutu dan berdaya guna bagi sesama. “Tuhan telah bangkit, haleluya,” menjadi seruan iman yang menggerakkan umat untuk hidup dalam terang kebangkitan.

Rd. Blasius Masang Kleden sementara ini adalah Pastor Paroki St. Maria Banneux Lewoleba saat ini menjabat sebagai Romo Deken Wilayah Lembata Keuskupan Larantuka.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *