Pemkab Lembata Bersama ASDP Sepakati Peningkatan Pelabuhan Feri Waijarang 

Foto: ProkopimpemkabLembata
banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Perhubungan resmi menjalin kesepakatan dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang terkait peningkatan layanan penyeberangan di Pelabuhan Waijarang.

Kesepakatan ini dituangkan dalam sebuah berita acara yang ditandatangani oleh Pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan pada Kamis,( 26/03/2026) di Lewoleba.

banner 325x300
Surat Perjanjian kerjasama antara Pemda Lembata bersama pihak ASDP

Kesepakatan tersebut melibatkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Drs. Yohanes Dedeo Arimon, sebagai pihak pertama, dan Kepala Departemen Head Teknik dan Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, La Ode Fuad Haarman, sebagai pihak kedua.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut, khususnya pada lintasan penyeberangan Kupang–Lewoleba dengan fokus utama kesepakatan meliputi uji coba sandar kapal feri menggunakan sistem ramp door, perbaikan fasilitas pelabuhan, serta peningkatan frekuensi pelayaran.

Poin-poin penting dalam kerjasama bersama pihak ASDP 

Langkah ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah yang mempertemukan Kabupaten Lembata sebagai Kabupaten kepulauan secara lebih efektif dan efisien.

kesepakatan yang tertuang dalam surat berita acara kesepakatan antara pemerintah daerah Kabupaten Lembata bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, nomor: B/500.II/100/Dishub/III/2026 ditelusuri media ini.

Poin penting yang dibicarakan adalah, Pelaksanaan uji coba sandar kapal feri menggunakan ramp door. Uji coba ini dilakukan setelah melalui kajian teknis oleh pihak ASDP berdasarkan hasil survei di tiga lokasi, yakni Pelabuhan Penyeberangan Waijarang, Pelabuhan Laut Lewoleba, dan Pelabuhan Harnus.

Dalam surat tersebut dijelaskan, selama ini, kapal hanya melakukan sandar samping (side berthing) di Pelabuhan Lewoleba, sehingga pelayanan terbatas pada naik turun penumpang. Dengan adanya ramp door, diharapkan kendaraan juga dapat dimobilisasi secara lebih optimal. Uji coba ini ditargetkan dapat dilaksanakan paling lambat pada April 2026.

Perbaikan Pelabuhan Waijarang

Selain uji coba sandar, pemerintah juga akan melakukan perbaikan fasilitas di Pelabuhan Penyeberangan Waijarang. Perbaikan ini dijadwalkan selesai paling lambat Mei 2026, sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

Perbaikan tersebut menjadi dasar penting untuk mengoptimalkan kembali operasional layanan penyeberangan di pelabuhan tersebut.

Peningkatan Frekuensi Pelayaran

Setelah Pelabuhan Waijarang beroperasi normal, frekuensi pelayaran rute Kupang–Lewoleba akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam seminggu.

Selain itu, untuk rute Lewoleba–Larantuka, akan dilakukan penambahan armada kapal feri apabila terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Waijarang atau Pelabuhan Waibalun Larantuka.

Peningkatan frekuensi dan penambahan armada ini akan dilakukan setelah seluruh persyaratan teknis dan administrasi terpenuhi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Para pihak sepakat untuk terus melakukan koordinasi dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh kesepakatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Mengetahui Kepala Dinas Perhubungan Yohanes Dedeo Arimon sebagai pihak pertama
Laode Puad Haarman pihak kedua (ASDP)
Mengetahui Wakil Bupati Lembata, M. Nasir Laode

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lembata dan sekitarnya. Dengan adanya peningkatan fasilitas dan layanan penyeberangan, diharapkan mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin berkembang.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *