Polemik Catut Romo Deken, Bupati Lembata: Gereja Berjalan Bersama Pemerintah Untuk Cari Jalan Terbaik

banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Polemik mengenai rencana pengembangan geotermal di Kabupaten Lembata belakangan memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Namun  pemerintah daerah tidak pernah memposisikan diri berhadapan dengan Gereja dalam persoalan tersebut.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (08/03/2026.

banner 325x300

Bupati Kanis Tuaq mengungkapkan bahwa, Gereja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Lembata. Mayoritas masyarakat Lembata adalah umat Gereja, sehingga sangat tidak mungkin pemerintah menjalankan kebijakan tanpa mendengar suara dan pandangan Gereja.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Lembata bahwa pemerintah daerah tidak pernahh memposisikan diri berhadapan dengan Gereja. Gereja adalah bagian dari kehidupan masyarakat Lembata, dan sebagian besar masyarakat kita juga adalah umat Gereja. Karena itu tidak mungkin pemerintah berjalan tanpa mendengar suara Gereja,” ujar Bupati Kanis.

Justru karena menghormati posisi Gereja di tengah masyarakat, pemerintah daerah melibatkan Romo Deken Lembata dalam tim sosialisasi geotermal, kata Bupati Kanis, bukan untuk menjadikan Gereja sebagai pendukung kebijakan pemerintah, melainkan agar Gereja dapat hadir bersama pemerintah melihat secara langsung kondisi dan respons masyarakat.

Dengan keterlibatan tersebut, diharapkan Gereja dapat menyaksikan sendiri aspirasi umat serta dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga proses dialog dapat berlangsung secara terbuka dan jujur.

lanjutnya, pemerintah tidak memiliki keinginan untuk mengambil keputusan secara sepihak. Semua proses yang berkaitan dengan rencana pengembangan geotermal di Lembata diharapkan berjalan melalui dialog, keterbukaan, serta kesediaan untuk saling mendengar.

“Jika ada kekhawatiran dari masyarakat dan Gereja, itu harus kita dengarkan dengan hati yang terbuka,” terang Bupati Kanis.

Bupati Kanis juga menekankan bahwa Gereja selama ini selalu berdiri bersama umat. Sementara pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat dan masa depan daerah.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak melihat persoalan geotermal sebagai pertentangan antara pemerintah dan Gereja, tetapi sebagai upaya bersama untuk mencari jalan terbaik bagi Lembata.

“Saya percaya Gereja selalu berdiri bersama umat. Pemerintah juga berdiri untuk kepentingan rakyat. Karena itu mari kita berjalan bersama: pemerintah, Gereja, dan masyarakat, untuk mencari jalan terbaik bagi masa depan Lembata,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Kanis berujar bahwa isu geotermal seharusnya tidak dipandang sebagai konflik antara dua institusi besar di daerah tersebut.

“Geotermal ini bukan soal pemerintah melawan Gereja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari kebenaran dan kebaikan bagi tanah Lembata yang kita cintai,” tutup Bupati Kanis Tuaq.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *