RSBL Siapkan Layanan Operasi Gratis bagi Pasien Bibir Sumbing dan Katarak

operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 di rumah sakit yang beralamat di Kelurahan Lewoleba Barat, Waikomo City tersebut.

banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Rumah Sakit Bukit Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, akan menggelar operasi bibir sumbing, celah langit-langit, dan katarak secara gratis pada April 2026, sebagai bagian dari program bakti sosial kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Direktur Rumah Sakit Bukit Lewoleba, dr. Vincensia Caroline, mengatakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 di rumah sakit yang beralamat di Kelurahan Lewoleba Barat, Waikomo City tersebut.

banner 325x300

Sementara itu, operasi katarak akan dilaksanakan pada 23 hingga 25 April 2026 dengan target 300 pasien, yang tidak hanya berasal dari Lembata, tetapi juga dari Solor dan Adonara di Kabupaten Flores Timur.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lembata, Sentra Efata Kupang, dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial Republik Indonesia. Operasi katarak disebut akan difokuskan bagi masyarakat di wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dalam pertemuan pada 13 Maret 2026, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

Penelaah Teknis Kebijakan Sentra Efata Kupang, Elias Aldrin Habel, mengatakan katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat miskin dan rentan.

Ia menambahkan, warga di wilayah 3T kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata, sehingga program operasi gratis dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Menurut penyelenggara, sasaran program ini adalah masyarakat yang mengalami katarak, lolos proses skrining, memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata, dan berasal dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Muhamad Nasir juga mengatakan program tersebut menjadi penting dalam konteks dampak lingkungan pasca-erupsi gunung di wilayah Lembata. Debu vulkanik dan kondisi lingkungan setelah erupsi disebut berpotensi memicu gangguan kesehatan mata pada masyarakat.

Sebagai bagian dari persiapan, Nasir mendampingi tim Kementerian Sosial meninjau Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lembata yang disiapkan sebagai lokasi pelayanan operasi katarak.

Sebelumnya, Rumah Sakit Bukit Lewoleba telah melaksanakan operasi mata pada 4 hingga 7 Maret 2026. Dalam kegiatan itu, 200 pasien menjalani tindakan medis, terdiri dari 180 pasien katarak dan 40 pasien pterygium.**(Ben Asan)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *