Semana Santa Bukan Ajang Konten, RD Ansel Liwu Minta Umat Jaga Kekhusyukan

banner 120x600
banner 468x60

LARANTUKA, SWARALOMBLEN.com— Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Larantuka, RD. Ansel Liwun, menegaskan bahwa pelaksanaan Semana Santa 2026 harus dijalani sebagai momentum ziarah dan devosi, bukan sebagai ajang pembuatan konten.

Hal ini disampaikannya melalui pers rilis yang diterima media ini, Rabu (01/04/2026).

banner 325x300

Sebagai bagian dari persiapan perayaan Pekan Suci tahun ini. Imbauan tersebut juga merupakan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya pergeseran sikap sebagian umat dalam mengikuti rangkaian ibadah.

Menurut RD. Ansel, penggunaan telepon genggam untuk mengambil foto dan video selama prosesi menjadi perhatian serius. Dalam beberapa momen sakral, cahaya flash bahkan terlihat lebih dominan dibandingkan nyala lilin yang seharusnya menjadi simbol utama dalam perayaan.

“Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justru mengganggu umat lain yang sedang berdoa,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, panitia Perayaan Pekan Suci Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka telah menyiapkan sistem peliputan resmi. Seluruh dokumentasi kegiatan akan dilakukan oleh tim media yang ditunjuk dan disiarkan melalui layanan live streaming. Dengan demikian, umat diharapkan tidak melakukan dokumentasi secara berlebihan selama prosesi berlangsung.

Untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan, panitia menetapkan sejumlah ketentuan bagi para peziarah, antara lain:

Wajib melakukan pendaftaran, baik secara daring maupun langsung di sekretariat panitia, khususnya bagi peziarah dari luar paroki dan keuskupan.

Wajib mengenakan tanda pengenal resmi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama pada prosesi Jumat Agung.

Tidak diperkenankan menggunakan atribut yang dapat mengganggu suasana ibadah.

Aturan khusus juga diberlakukan bagi insan media. Jurnalis wajib mendaftar melalui jalur resmi dan mengenakan identitas selama bertugas. Jadwal peliputan telah diatur, termasuk waktu pengambilan gambar di lokasi devosi seperti Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana.

Namun demikian, terdapat sejumlah pembatasan yang harus dipatuhi:

Dilarang mengambil gambar di dalam gereja saat perayaan Ekaristi dan Lamentasi.

Penggunaan drone tidak diperkenankan selama Jumat Agung hingga Sabtu Santo.

Pengambilan gambar pada prosesi Armida hanya diperbolehkan dari titik yang telah ditentukan.

Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, orang sakit, ibu hamil atau menyusui, balita, serta penyandang disabilitas. Mereka akan diberikan tanda khusus berupa pita merah serta prioritas pelayanan selama ziarah.

Dalam rangka menjamin keselamatan bersama, jalur prosesi ditetapkan sebagai jalur khusus ambulans. Masyarakat diimbau untuk tidak menghalangi kendaraan darurat maupun menutup jalur evakuasi.

Dengan berbagai ketentuan tersebut, panitia berharap pelaksanaan Semana Santa Larantuka 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Tradisi ini diharapkan tetap terjaga sebagai warisan iman yang bernilai tinggi serta memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh peziarah.**(EB/BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *