LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Wakil Bupati Lembata, Nasir Laode menggelar acara tasyukuran dan buka puasa bersama pada Sabtu, 7 Maret 2026. Acara Tasyukuran dikemas secara simbolis di kediaman Rumah Jabatan Wakil Bupati di bilangan Lamahora, Lewoleba Timur,
Acara Berbuka Puasa bersama Wabup Nasir berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Turut hadir pula Romo Deken RD. Sinyo Da Gomes, tokoh agama Islam H. Mansyur, para kepala OPD lingkup Setda Lembata, Keluarga besar Polres Lembata, Kajari Lembata, Pengadilan Negeri, Lapas, perbankan, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Nasir Laode menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia dua nilai penting dalam kehidupan, yakni “bersyukur“ dan ’’bersabar.“
“Puasa mengajarkan manusia untuk belajar bersyukur dan bersabar. Dua nilai ini adalah inti dari perjalanan manusia sebagai makhluk yang mendiami bumi,” ujar Nasir.
Wabup Nasir mengatakan bahwa manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menghadirkan nilai kemanusiaan bagi sesama. Nilai kemanusiaan tersebut, menurutnya, harus menjadi dasar dalam membangun daerah, termasuk Kabupaten Lembata.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia, solidaritas, dan rasa persaudaraan,” kata Nasir.
Wabup Nasirpun menyinggung ketidakhadiran Bupati Kanis Tuaq, karena beliau ada urusan sehingga tidak hadir bersama kita di-sini.
Wabup Nasir berujar bahwa puasa memiliki peran penting dalam membangun toleransi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat yang beragam.
“Saya tegaskan bahwa puasa dapat membangun toleransi dan kepedulian dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing,” ucap Nasir.
Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat, termasuk dalam dunia politik, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menyinggung kehadiran Ketua DPC Partai Gerindra Lembata, Yohanes Vianney K. Burin, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai bahwa perbedaan pilihan politik harus tetap ditempatkan dalam semangat persatuan untuk membangun daerah.
“Dalam membangun Lembata kita boleh saja berbeda, tetapi kita punya tujuan yang sama untuk pembangunan Lembata,” pungkas Nasir.
Selain itu, Nasir turut menyoroti nilai budaya lokal melalui penggunaan kain tenun khas Lembata yang dikenakan oleh (Nyonya Yasinta Keraf) istri dari Penjabat Bupati pertama Lembata, (Petrus Boli Keraf). Ia menilai kain tenun Lembata bukan sekadar busana, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Lembata.
Nasir juga mengingatkan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bahwa kemerdekaan dan pembangunan bangsa harus dilandasi semangat persatuan dan kemanusiaan.
“Pada akhirnya manusia pasti mati, tetapi nilai kemanusiaan tidak akan pernah mati. Nilai itu akan terus hidup melalui tindakan, pengabdian, dan kerja nyata bagi masyarakat,” ungkapnya lagi.
Pada momen berbuka puasa tersebut, Wabup Nasir bersama istrinya didampingi Istri Bupati Kanis Tuaq menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Menariknya, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada umat Muslim, tetapi juga kepada umat Kristen sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
“Pembagian sembako ini tidak hanya kepada umat Muslim, tetapi juga kepada umat Kristen,” tandas Nasir.
Acara tasyukuran dan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan masyarakat Lembata dalam membangun daerah yang maju, lestari, dan berdaya saing.**(BM)





















