Tragedi Bunuh Diri Siswa SMA di Lembata, Iptu Ona: Belum Ada Motif

banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com–Tragedi pelajar Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya. YL (19) siswa kelas akhir Sekolah menengah atas di Lewoleba  ini ditemukan ayahnya telah tergantung pada sebatang pohon, 50 meter dari tempat kosnya, di Lusikawak, Kelurahan Lewoleba sekitar pukul 16.00 wita pada Selasa petang (03/03/26).

Penemuan ini menghebohkan warga sekitar yang langsung datang membantu GD mengevakuasi korban. Tubuh korban langsung dilarikan ke kamar kosnya sebelum dievakuasi ke rumah adik kandung ayahnya, di Longser, Kelurahan Lewoleba Barat.

banner 325x300

Pihak Kepolisian Resor Lembata Polda NTT melalui kasie Humas, Iptu Ona Patipeloy didampingi Kanit Pidum Ipda Willy Lamapaha, menyampaikan bahwa kasus “Bunuh Diri“ Y. L kepada awak media, Rabu (04/03/2026).

Menurut PLT Kepala Seksi Humas Polres Lembata, Iptu Ona Pattpelohy, penyidik saat di TKP dan di tempat Kost korban menemukan korban sudah tak bernyawa

“Terkait kondisi korban, saat tim tiba di TKP, dari ciri fisik diketahui memang sudah tak bernyawa. Hal yang sama juga dijelaskan tim medis rumah sakit yang memeriksa kondisi korban,” terang Iptu Ona.

Sempat beredar informasi bahwa saat ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup, namun pihak Kepolisian Resort Lembata menyatakan sebaliknya. Pada pukul 18.00 wita, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Damian Lewoleba untuk memastikan kematian korban.

Penyidik Polres Lembata saat ini masih melakukan pendalaman dan belum bisa menyimpulkan motif tindakan korban mengakhiri hidupnya, lantaran saat penyidik tiba di lokasi, tubuh korban sudah diturunkan dan simpul tali sudah dilepas.

“Waktu penyidik ke TKP, tubuh korban sudah diturunkan dan dibawa ke kosnya. Ada barang bukti tali yang ada bekas jeratan tapi simpulnya sudah dilepas. Kami sempat sarankan keluarga untuk langsung bawa korban ke rumah sakit, namun dari kosnya, keluarga masih membawa tubuh korban ke rumah adik dari bapanya,” jelas Iptu Ona.

Penyidik telah memeriksa 5 orang saksi, diantaranya dua teman sekolah korban, satu masyarakat di sekitar TKP, pemilik kos dan PG, adik kandung ayah korban.

Dari keterangan kelima saksi ini , polisi belum bisa menyimpulkan motif korban mengakhiri hidupnya.

Bahkan tidak ada foto saat tubuh korban tergantung karena saat didatangi warga, tubuh korban sudah diturunkan oleh ayah kandung korban, orang yang pertama menemukan korban.

“Kami mohon kesabaran masyarakat soal kejelasan kasus ini, termasuk motifnya karena harus dengar dari ayah korban. Kita bersabar dan menghormati pihak keluarga karena masih dalam keadaan berkabung,” ujar Iptu Ona.

Kasus yang menimpa YL, jadi yang pertama di tahun 2026 kategori kasus Bunuh diri seorang PelajarPelajar di Kabupaten Lembata.

“Kami harapkan dukungan masyarakat dan insan Pers, jika ada informasi terkait kasus ini, bisa membantu kami di kepolisian,” tendas Iptu Ona.**(BM dan Tim)

 

 

 

 

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *