LEMBATA, SWARALOMBLEN.com— Masyarakat Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah tersebut.
Dukungan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (9/4/2026), setelah warga menyepakati pembebasan lahan tahap kedua. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan gambaran terkait rencana pembangunan proyek panas bumi. Berdasarkan pantauan media, warga yang hadir menyatakan kesepakatan dan kesiapan mendukung pembangunan PLTP di wilayah mereka.
Sosialisasi tersebut berlangsung bersama pihak PLN dan dihadiri unsur pemerintah daerah, para kepala desa se-Kecamatan Atadei, serta tokoh masyarakat setempat.
Asisten Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) PLTP, Donatus Ladjar, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Nubahaeraka, menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan tahap kedua akan segera dilaksanakan.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat rencana pembangunan tersebut secara positif dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang.
“Setiap pembangunan tentu memiliki dampak. Namun jika dikelola dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Donatus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dalam proses pembangunan. Ia memastikan tidak akan memanfaatkan proyek tersebut untuk kepentingan pribadi meskipun memiliki posisi sebagai pejabat pemerintah.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa potensi panas bumi di wilayah Nubahaeraka telah dikenal sejak masa kolonial. Berdasarkan kajian geologi, sumber daya tersebut dinilai memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai energi terbarukan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Nubahaeraka, Dominikus Pali Ladjar, menyatakan kesiapan warga dalam mendukung proses pembebasan lahan dan pengembangan proyek PLTP tersebut. Dalam sesi dialog bersama perwakilan pemerintah daerah dan pihak PLN, ia menekankan pentingnya dukungan luas dari seluruh masyarakat Kabupaten Lembata.
“Kami mendukung rencana pembangunan ini dan berharap semua pihak dapat sejalan,” katanya.
Kepala Desa Nubahaeraka, Vinsen Nuba Ladjar, mengatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara bertahap guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Yanto Teka mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan kekuatan adat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.**(BM)





















