FLOTIM, SWARALOMBLEN.com—Kondisi jalan rusak yang membahayakan pengguna jalan mendorong warga desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT untuk mengambil inisiatif perbaikan secara swadaya. Jalan yang berada di wilayah Adonara Tengah ini diketahui memiliki lubang cukup dalam dan kerap memicu kecelakaan, hal ini disampaikan oleh warga yang tengah bergotong royong menambal lubang jalan dengan semenisasi itu, Sabtu (11/04/2026).
Salah satu tokoh masyarakat, Muktar, menyampaikan bahwa aksi perbaikan dilakukan karena tingginya risiko bagi pengendara yang melintas. Ia menuturkan, belum lama ini terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut.
“Karena jalan ini lubangnya cukup dalam sehingga sering terjadi kecelakaan. Kemarin ada yang jatuh dan lukanya lumayan. Saya dan anak muda di sini berinisiatif mengutang semen di toko, lalu meminta pasir dan batu kerikil dari warga desa sendiri,” ujar pria paruh baya ini.
Menurutnya, langkah tersebut murni didasari rasa empati terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya yang melintasi jalur penghubung menuju Waiwerang dan wilayah Adonara lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini bukan bentuk menyalahkan pemerintah daerah Flores Timur, melainkan sebagai dorongan agar penanganan infrastruktur, termasuk hal-hal kecil, dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Ahmadin, salah satu perwakilan pemuda desa, menyebut bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah desa membuat warga, khususnya kalangan muda, bergerak secara mandiri.
“Pemerintah desa belum melihat ini sebagai perhatian, jadi kami anak muda bergotong royong menambal jalan yang rusak,” jelas Ahmadin ketua diwawancarai oleh awak media.
Dalam proses perbaikan, warga juga meminta sumbangan sukarela dari para pengendara yang melintas sebagai bentuk apresiasi atas kerja yang telah dilakukan. Namun, Ahmadin menegaskan bahwa tidak ada tarif tertentu yang ditetapkan.
“Kami tidak mematok besarannya, semua sukarela dari pengendara,” tambahnya.
Aksi gotong royong ini menjadi cerminan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama, sekaligus harapan agar pemerintah setempat dapat lebih responsif terhadap kondisi infrastruktur yang berpotensi membahayakan warga.**(BM)





















