LEMBATA, SWARALOMBLEN.com— Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Nubatukan Kabupaten Lembata mengikuti kegiatan pengenalan dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang digelar di Kelurahan Lewoleba Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur Sabtu (09/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) SatPol–PP sebagai pemateri, lokasi yang bertempat di Lopo milik Benediktus Lelaona itu yang juga sebagai pengelola Dapur MBG 03 Nubatukan. Peserta terdiri dari relawan dapur MBG SPPG 01, 02, 03, dan 04.
Koordinator Wilayah SPPG, Yohanes Paulus Beda, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan dapur MBG.
“Kami ingin memastikan seluruh relawan memahami cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan APAR secara tepat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi insiden kecil di dua dapur SPPG yang masih dapat diatasi secara manual. Karena itu, pihaknya menghadirkan Damkar untuk memberikan edukasi lebih mendalam.
Kepala Bidang Damkar, Yono Lalang, dalam sambutannya menjelaskan dasar-dasar api serta metode penanggulangannya.
“Api menjadi kebakaran ketika tidak terkendali. Penting bagi semua relawan untuk memahami cara mengatasinya sejak dini,” jelas Kabid Yono Lalang.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Kami berharap pengetahuan ini bisa diterapkan di dapur dan lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Dalam pemaparan materi, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K), Deni Mbuiq, menyampaikan konsep “Dapur Aman, Nyawa Terselamatkan”. Ia menjelaskan bahwa api terbentuk dari tiga unsur utama atau segitiga api, yaitu sumber panas, oksigen, dan bahan bakar.
“Tujuan pelatihan ini agar peserta mampu mengidentifikasi jenis kebakaran dan memahami cara kerja APAR,” ungkapnya.
Selain teori, peserta juga mengikuti simulasi langsung penggunaan APAR. Antusiasme relawan terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Pihak Damkar juga mengapresiasi inisiatif relawan 4 dapur SPPG ini, ujar Deni Mbuiq.
Selain teori, peserta juga mengikuti simulasi langsung penggunaan APAR. Antusiasme relawan terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Kendati dengan keterbatasan anggaran, pihak Damkar SatPol-PP antusias hadir memberikan pelatihan rutin kepada masyarakat.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Sarana Prasarana, Rahmat Uru, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama tim Damkar lainnya.
Sementara itu, Vian Barca selaku Kepala SPPG 02 Nubatukan Lewoleba Barat, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkala.
“Risiko kebakaran di dapur cukup tinggi, sehingga pelatihan dan simulasi seperti ini perlu dilakukan minimal setiap enam bulan agar relawan semakin siap dan tidak panik saat terjadi insiden,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh relawan SPPG mampu meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja mereka.** (BM)





















