LEMBATA, SWARALOMBLEN.com— Tahapan Pemilu 2029 memang baru akan dimulai pada pertengahan 2027. Namun, dinamika politik di Kabupaten Lembata mulai “dipanaskan” lebih awal.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lembata melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat DPC Partai Gerindra, Jumat (8/5/2026), dalam rangka memperkuat koordinasi sekaligus memetakan kesiapan partai politik menghadapi tahapan pemilu mendatang.
Ketua KPU Lembata, Hermanus Haron Tadon, berujar bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi awal memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan.
“Partai politik adalah peserta pemilu sekaligus pilar demokrasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus dibangun sejak dini,” jelasnya.
Selain memantau kondisi sekretariat partai, KPU juga mengumpulkan data awal serta memperkuat sinergi kelembagaan. Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai dinamika, termasuk perubahan regulasi yang masih dibahas di tingkat nasional.
Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Lembata, Thomas Febry Bayo Ala, mengingatkan bahwa ketidakpastian sistem pemilu ke depan menuntut semua pihak tetap adaptif.
“Kita belum tahu apakah sistem pemilu akan tertutup atau terbuka. Tapi yang pasti, semua harus siap,” tegasnya.
Ia juga menyoroti isu krusial pemutakhiran data pemilih yang dinilai masih menjadi tantangan klasik setiap pemilu.
“Data pemilih harus dikawal bersama, mulai dari desa. Ini kerja kolektif, bukan hanya penyelenggara,” katanya.
Dari pihak Gerindra Lembata, Ketua DPC Yohanes Viany K. Burin menyatakan kesiapan penuh partainya dalam mengawal proses demokrasi, sekaligus menekankan pentingnya validitas data pemilih.

Menurutnya, ribuan ASN yang bertugas di Lembata harus memiliki KTP setempat agar masuk dalam basis data pemilih yang sah.
“Ini potensi besar yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Pertemuan ini juga menyinggung rencana perubahan daerah pemilihan (dapil) yang masih dalam tahap kajian dan menunggu masukan partai politik.
Dengan komunikasi yang mulai diintensifkan sejak sekarang, Pemilu 2029 di Lembata diharapkan berjalan lebih matang, partisipatif, dan minim konflik.**(Sumber: WN)





















