LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Kapal milik Pemerintah Kabupaten Lembata yang selama ini menjadi aset daerah dilaporkan tenggelam di depan Dermaga Jober, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut memicu sorotan dari kalangan DPRD Kabupaten Lembata, khususnya Komisi II yang sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan pentingnya perbaikan kapal tersebut. Turut hadir Wakil Ketua satu, Fransiskus Namang.
Anggota Komisi II DPRD Lembata, Capt David Koban mengaku menyesalkan tenggelamnya kapal yang dinilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila sejak awal dilakukan perawatan dan docking. Capt Vigis bersama anggota komisi II lainya pada , Kamis (21/052026) terjun langsung dan melihat kondisi Kapal tersebut di Pelabuhan Jober Lewoleba.
“Dalam beberapa kali rapat Komisi II bersama Dinas Perhubungan, persoalan kapal ini sudah kami tanyakan. Bahkan kami juga memberikan solusi agar kapal segera didocking untuk diperbaiki sehingga masih bisa dimanfaatkan. Namun alasannya selalu soal keterbatasan anggaran,” ujar Capt David
Menurutnya, lambannya penanganan menyebabkan kondisi kapal semakin memburuk hingga akhirnya tenggelam di area pelabuhan. anggota DPRD dari Partai Gerindra ini mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani kapal tersebut agar tidak menjadi hambatan bagi aktivitas pelayaran di Pelabuhan Lewoleba.
“Kalau tidak segera diapungkan dan didocking, maka bisa mengganggu olah gerak kapal lain. Apalagi aktivitas kunjungan kapal di Pelabuhan Lewoleba cukup tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Ali, salah satu warga Lewoleba, mengapresiasi langkah Komisi II DPRD Lembata yang turun langsung melakukan kerja lapangan untuk memastikan kondisi areal pelabuhan.
“Kami mengapresiasi langkah Capt Vigis dan rekan-rekan Komisi II yang turun melihat langsung kondisi di pelabuhan. Ini penting karena pelabuhan adalah sentra ekonomi masyarakat Lembata,” ujar Ali kepada media ini.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi kapal tersebut agar tidak membahayakan aktivitas pelayaran maupun mengganggu wajah pelabuhan utama di Kabupaten Lembata.**(BM)





















