Fishing Tournament 2026 Angkat Nama Lembata ke Panggung Wisata Bahari Internasional

Emmanuel Toni yang merupakan konsestan lokal setelah menjinakkan ikan Tuna Yellowfin seberat 30 kilogram. Ia membawa pulang hadiah uang tunai Rp75 juta, Piala Bupati Lembata, serta piagam penghargaan

banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Perikanan sukses menggelar Lembata Fishing Tournament 2026 di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada 23–24 Mei 2026. Ajang mancing bertaraf nasional hingga internasional itu dipusatkan di Pantai Wulen Luo, Kecamatan Nubatukan, dan menjadi salah satu upaya promosi wisata bahari Lembata ke tingkat dunia.

Kegiatan yang mengusung tema “Strike Bersama, Tingkatkan Persaudaraan dari Laut  Lembata untuk Indonesia dan Dunia” berlangsung meriah meski sempat mengalami perubahan jadwal akibat kondisi cuaca dan gelombang laut yang kurang bersahabat. Awalnya turnamen dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Mei 2026, namun akhirnya digeser menjadi 23–24 Mei 2026 demi keselamatan peserta.

banner 325x300

Turnamen ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan tetap perebutan Piala Bupati Lembata sekaligus wadah penyaluran hobi olahraga memancing, promosi wisata bahari, dan penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Ketua panitia, Yakobus Andreas Wuwur, menjelaskan panitia awalnya menargetkan 100 peserta yang terbagi dalam 20 tim. Pendaftaran dibuka sejak Maret hingga Mei 2026 dengan biaya Rp3 juta per tim di luar biaya sewa kapal.

“Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp255 juta dan seluruhnya didukung sponsor,” ujarnya.

Meski target 50 tim peserta belum tercapai, turnamen tetap berlangsung meriah dengan keikutsertaan 18 tim dari berbagai daerah, termasuk peserta dari Timor Leste, Malaysia, dan Australia. Panitia menyebut kendala transportasi dan tingginya biaya perjalanan menuju Lembata menjadi salah satu faktor belum maksimalnya jumlah peserta.

Namun demikian, antusiasme peserta dan masyarakat tetap tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari dalam maupun luar negeri.

“Welcome to Lembata. Obrigado barak buat teman-teman dari Timor Leste,” ujar Petrus saat penutupan kegiatan.

Menurutnya, lomba mancing bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan sarana mempererat persaudaraan, menjunjung sportivitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan yang dimiliki Lembata.

“Kami punya empat gunung yang indah, tradisi penangkapan ikan paus, Lewolein, Pantai Paheng Waq, dan air terjun yang indah. Sebarluaskan keindahan Lembata kepada dunia,” katanya.

Dalam konferensi pers, Petrus mengaku bersyukur karena kegiatan yang dipersiapkan dalam waktu singkat itu mampu menghadirkan peserta dari tiga negara.

“Kita ingin menyampaikan kepada dunia bahwa Lembata itu indah dan ikannya banyak. Semakin banyak orang mengenal Lembata, semakin baik untuk daerah ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kebersihan laut dan mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan persaingan ketat di tengah kekayaan laut Lembata yang dikenal sebagai salah satu spot memancing potensial di kawasan timur Indonesia.

Pengumuman pemenang dilakukan di Lapangan Harnus oleh dewan juri yang terdiri dari Joseph Siantari, Jhony Rohi Lodo, dan Marloan X. Lolang.

Juara pertama berhasil diraih Emmanuel Toni setelah menangkap ikan Tuna Yellowfin seberat 30 kilogram. Ia membawa pulang hadiah uang tunai Rp75 juta, Piala Bupati Lembata, serta piagam penghargaan.

Posisi juara kedua ditempati Steven Winata asal Lembata dengan hadiah Rp50 juta. Sementara penghargaan Kapten Terbaik diberikan kepada Samsul Guhir dari Tim Himalaya Possession Lembata yang menerima hadiah Rp7 juta.

Piagam penghargaan juga diberikan kepada Rovinus dari Tim Himalaya Predator Lembata yang berhasil menangkap Tuna Yellowfin seberat 17,6 kilogram.

Salah satu peserta asal Sydney, James, mengaku baru pertama kali mengikuti turnamen mancing di wilayah timur Indonesia dan merasa terkesan dengan potensi laut Lembata.

“Indonesia memang cukup mahal, tetapi transportasi bukan masalah besar. Tidak sulit untuk datang ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, sponsor kegiatan sekaligus owner Engler Nekat Bali, Ibu Ica, mengatakan ide penyelenggaraan turnamen berawal dari hobinya memancing dan kekagumannya terhadap potensi laut Lembata.

“Monster ikan di Lembata sangat luar biasa. Itu yang membuat kami yakin turnamen ini layak dikembangkan,” katanya.

Selain menjadi ajang olahraga dan promosi wisata, kegiatan ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, jasa transportasi laut, sektor perhotelan, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.

Panitia pelaksana melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Benediktus Lelaona tercatat sebagai pembina kegiatan, sementara penanggung jawab berasal dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perikanan Kabupaten Lembata. Kepanitiaan juga didukung BASARNAS, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga komunitas pariwisata dan perikanan.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap Lembata Fishing Tournament dapat terus berkembang menjadi agenda wisata tahunan berskala nasional dan internasional, sekaligus memperkenalkan potensi wisata bahari Lembata kepada dunia.**(AG)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *