OMK PSMB Lewoleba Perkuat Toleransi Antarumat Beragama Melalui Aksi Kerja Sosial

Keterangan foto: kawula muda OMK Banneux bersama kawula muda Remaja Masjid kerja bakti untuk Songsong Hari Raya Idul Adha di Lewoleba
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Mentari sore perlahan turun di ufuk Lewoleba ketika puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Sta. Maria Banneux bersama sejumlah pemuda Muslim bergotong royong membersihkan Lapangan Polres Lembata. Di tengah debu lapangan dan tawa hangat persaudaraan, perbedaan keyakinan seakan luluh dalam satu semangat kemanusiaan: “Merawat toleransi dengan aksi nyata,“ Pada Selasa 26 Mei 2026.

Kegiatan kerja bakti yang digagas Seksi Sosial Kemasyarakatan OMK Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada umat Muslim yang akan menggunakan lapangan yang berlokasi di jalan utama Trans Lembata tersebut untuk pelaksanaan Salat Idul Adha, Rabu (27/05)

banner 325x300

Ketua OMK Paroki Sta. Maria Banneux, Andi Raya, ketika dikonfirmasi oleh media ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini berjalan penuh antusiasme dan mendapat sambutan positif dari para anggota OMK.

“Banyak teman-teman OMK yang sangat antusias ikut terlibat dalam kegiatan kerja bakti bersama ini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja seksi sosial kemasyarakatan untuk membangun silaturahmi yang baik antara OMK dan teman-teman yang beragama Muslim,” ujar Andi.

Semangat yang sama juga disampaikan Ketua Seksi Sosial Kemasyarakatan OMK, Reza Making. Reza sapaannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Moderator OMK, Rd. Gregorius Weking.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Moderator OMK, Rd. Gregorius Weking, dan seluruh teman-teman OMK yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan kebersamaan dalam membersihkan tempat ini. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga toleransi dan persaudaraan antarumat beragama,” kata Reza.

Menurutnya, kegiatan bersih lapangan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan simbol bahwa generasi muda di Lembata masih menjaga nilai gotong royong dan persaudaraan lintas iman.

“Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi harus diwujudkan lewat tindakan nyata,” tambahnya.

Keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari koordinasi lapangan yang dilakukan Elsa Koles selaku bagian dari Seksi Sosial Kemasyarakatan. Elsa menilai kegiatan lintas agama dengan menggandeng Remaja Masjid, tokoh agama Islam dan lainnya seperti ini harus terus dirawat sebagai budaya Lamaholot dan orang muda sebagai pemotor setiap kali ada hajatan agama di tanah Lomblen.

“Kegiatan tadi sangat bagus. Selain menjalin kerja sama lintas agama, toleransi juga mempererat persaudaraan. Kita orang muda harus terus menyuarakan arti toleransi lewat aksi nyata seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Moderator OMK Paroki Sta. Maria Banneux, Rd. Gregorius Weking, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bahwa persaudaraan sejati tidak dibangun karena kesamaan keyakinan, melainkan karena adanya hati yang saling menerima.

“Kegiatan bakti bersama hari ini menyadarkan kita bahwa persaudaraan sejati tidak dibangun karena kesamaan keyakinan, tetapi karena hati yang mau saling menerima, menghargai, dan berjalan bersama dalam kebaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, gotong royong yang dilakukan OMK bersama pemuda Muslim menjadi gambaran nyata bagaimana nilai kemanusiaan dan perdamaian dapat tumbuh di tengah perbedaan.

“Harapan ke depan, semangat toleransi, kepedulian, dan persaudaraan seperti ini terus hidup dan menjadi budaya yang menguatkan kehidupan masyarakat Lewoleba,” katanya.

Kegiatan yang diprakarsai Reza Making, Elsa Koles dan rekan-rekan Seksi Sosial Kemasyarakatan itu juga dihadiri sejumlah orang muda Muslim. Kebersamaan yang tercipta di lapangan antara Remaja Masjid dan OMK  sore itu menjadi pesan kuat bahwa dari tanah Lomblen, toleransi masih hidup dan dijaga oleh generasi muda.

Antusiasme para peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Dendi Galot Sekertaris OMK pada foto menunjukkan Senyumnya sebagai tanda ia “cinta toleransi.“ Candaan, dan semangat gotong royong menjadi wajah persaudaraan yang sulit disembunyikan.

Di tengah situasi sosial yang kerap diwarnai isu perpecahan di berbagai tempat, orang-orang muda di Lewoleba justru menunjukkan pesan berbeda: bahwa iman boleh berbeda, tetapi kemanusiaan tetap harus berjalan berdampingan.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *