LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli dan secara khusus Hari Ulang Tahun (HUT) KPRI Gurita ke-51, Rabu (22/07/2026) kegiatan ini berlangsung di halaman depan KPRI Gurita, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Memupuk Persaudaraan serta Solidaritas dalam Bingkai Koperasi“ itu berlangsung sederhana namun penuh makna di halaman Kantor KPRI Gurita.
Pasar murah tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, serta dihadiri perengkat pemerintah, pengurus, anggota koperasi, dan masyarakat.
Ketua KPRI Gurita, Benediktus Burak Making, dalam sambutannya mengatakan bahwa koperasi harus terus menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan anggotanya maupun masyarakat luas.
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri koperasi di Indonesia, khususnya Bung Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
“Sesungguhnya Hari Koperasi yang diperingati setiap 12 Juli mengajak kita untuk mengingat kembali semangat perjuangan para pendiri koperasi. Hingga hari ini pemerintah terus berupaya membangkitkan kembali gerakan koperasi, termasuk melalui Program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo,“ ujar Benediktus yang juga sebagai Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lembata. Ia juga membagikan kisah perjalanannya hingga menjadi bagian dari KPRI Gurita.
“Perjalanan hidup saya sebagai karyawan di koperasi KPRI Gurita. Semua berawal dari sini, sehingga saya berharap koperasi ini terus tumbuh dan menjadi semakin berarti bagi anggotanya maupun masyarakat,“ tutur Benediktus.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, mengapresiasi inisiatif KPRI Gurita yang menghadirkan pasar murah bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua KPRI Gurita bersama seluruh pengurus dan staf yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini. Walaupun sederhana, tetapi memiliki makna yang besar bagi warga,“ katanya saat membuka pasar murah dalam rangka HUT Koperasi dan HUT KPRI Gurita.
Lebih lanjut, kata Kadis Wilhelmus berujar bahwa kekuatan koperasi terletak pada semangat solidaritas dan tata kelola yang baik.
“Kita harus meyakini bahwa pemberdayaan lahir dari solidaritas. Tidak ada pemberdayaan tanpa kerja keras. Dengan mekanisme yang baik dan tata kelola keuangan rumah tangga koperasi yang sehat, maka semuanya akan berjalan dengan baik,“ ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang warga Kelurahan Lewoleba Utara, Sintiana Wuwur, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar KPRI Gurita.
“Kami sangat senang karena KPRI Gurita memberikan kemudahan kepada warga melalui pasar sembako murah. Semoga KPRI Gurita semakin maju. Selamat ulang tahun ke-51 KPRI Gurita,“ ungkap Sintiana kepada SWARALOMBLEN.
Melalui kegiatan pasar murah ini, KPRI Gurita tidak hanya memperingati usia ke-51, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.**(BM)





















