LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Pemerintah Kabupaten Lembata menaruh harapan besar terhadap keberadaan Forum Kristen Lembata (FKL) sebagai salah satu kekuatan sosial-keagamaan yang ikut menjaga kerukunan dan stabilitas kehidupan masyarakat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Making, S.H., M.Hum, dalam sambutannya pada kegiatan pengukuhan Pengurus Forum Kristen Lembata periode 2025–2030.
Kanis Making berujar, keberadaan FKL memiliki posisi strategis dalam memperkuat toleransi serta kehidupan umat beragama di Kabupaten Lembata.
Forum Kristen Lembata tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat keberagaman dan memperkuat kerukunan antarpemeluk agama. Secara nasional telah dibentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai lembaga atau forum mandatori yang memiliki peran penting dan strategis serta mempunyai tugas yang cukup berat, yakni mengelola keberagaman dan memelihara kerukunan hidup beragama di Kabupaten Lembata, tegas kepala Kesbangpol yang akrab disapa kanis Making ini.
Ia lalau mengatakan, kehadiran FKL diharapkan dapat menambah khazanah toleransi antarumat beragama sekaligus mengambil peran bersama FKUB dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
Kanis Making juga mendorong FKL untuk terus melakukan sosialisasi mengenai nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus ikut menciptakan stabilitas kerukunan dan toleransi beragama.
“Dalam mengambil peran bersama FKUB untuk terus meningkatkan dan selalu bersinergi untuk tetap melakukan sosialisasi atas nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mendorong terciptanya stabilitas kerukunan dan toleransi beragama di masyarakat,” pinta pria kelahiran Desa TokoJaeng in.
FKL Diminta Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata
Kanis Making menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Lembata yang telah memprakarsai terbentuknya Forum Kristen Lembata.
Keberadaan forum tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga kehidupan kerukunan umat beragama di Kabupaten Lembata.
Ia menilai kerja nyata organisasi keagamaan sangat dibutuhkan pemerintah, terutama dalam menjaga suasana daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif.
“Di tengah keterbatasan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap tugas pokok dan fungsi forum-forum keagamaan, kiranya kerja nyata dan kinerja dari FKL sangat kami butuhkan untuk menjaga kondusifitas wilayah dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Lembata,” ujarnya.
Kanis Making berharap FKL mampu berkontribusi dalam menjaga kondusivitas daerah sehingga kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis.
Menurutnya, kerukunan dan stabilitas sosial merupakan modal penting bagi berlangsungnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“…agar tetap terjaga dengan baik yang akan berdampak terhadap peningkatan kegiatan pembangunan serta perekonomian daerah ini,” katanya.
Titip Kondusivitas Daerah kepada FKL
Kanis Making juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kerukunan dan stabilitas daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk terus membangun sinergi dan kebersamaan.
Ia menyatakan pemerintah percaya dukungan seluruh elemen masyarakat akan membuat berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai harapan.
“Kami percaya dengan dukungan kita semua yang hadir ini, segala program dan kegiatan serta tugas mulia ini dapat terlaksana sesuai harapan,” katanya.
Kepada pengurus Forum Kristen Lembata yang baru dikukuhkan, Kanis Making secara khusus menitipkan tanggung jawab untuk ikut menjaga kondusivitas daerah.
“Kepada FKL yang baru dikukuhkan kami titipkan kondusifitas daerah ini agar menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Pengukuhan FKL tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran umat Kristen dalam membangun persaudaraan, toleransi, dan kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Lembata.
Kanis Making kemudian menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh pengurus Forum Kristen Lembata periode 2025–2030 dan berharap organisasi tersebut dapat menjalankan tugas secara maksimal demi terciptanya Kabupaten Lembata yang aman, damai, dan kondusif.
“Semoga Kabupaten Lembata tetap aman dan kondusif.”
Peran Kanis Making dalam isu kerukunan bukan hal baru. Sebelumnya, ia juga menyampaikan pentingnya persatuan, toleransi, dan menjaga kedamaian dalam sejumlah kegiatan lintas agama di Lembata.**(BM)





















