LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Semangat anak muda untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Lembata terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya datang dari Delik Watun (26), petani milenial asal Waimatan yang bersama kelompok tani Ola Take melaksanakan panen perdana semangka di perumahan desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur Kamis (13/8/2026).
Panen perdana tersebut menjadi momentum penting bagi Delik bersama enam anggota kelompok lainnya. Hasil panen bahkan langsung dipasarkan ke Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Puji Tuhan, saya bersyukur hari ini bisa melakukan kegiatan panen perdana yang dihadiri oleh Plt. Asisten II, Apolnaris Mayan,” ujar Delik.
Ia menjelaskan, keberhasilan kelompoknya tidak terlepas dari pendampingan dan bimbingan yang diberikan oleh Plan Indonesia. Pendampingan tersebut turut mendorong mereka untuk berani mengembangkan pertanian sebagai salah satu pilihan masa depan.
Delik mengaku, keberhasilan melakukan panen perdana tidak membuat dirinya dan anggota kelompok berhenti bertani. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha pertanian.
“Kami tidak menampik bahwa dengan hari ini melakukan panen perdana, kami juga akan terus bertani,” pinta dia.
Lanjut, Kata dia. Kelompok tani Ola Take sendiri beranggotakan tujuh orang, terdiri dari dua perempuan dan lima laki-laki. Mereka bersama-sama mengelola usaha pertanian dengan harapan dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menjangkau pasar di luar Kabupaten Lembata.
Bagi Delik, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dari perjalanan kelompoknya. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan sejak proses budidaya hingga panen.
“Kami semua bersyukur hari ini semua pihak turut terlibat untuk mendukung kami,” ungkapnya.
Di panen hari ini yang dijalani kelompok Ola Take, Delik menyampaikan, dirinya merasa optimis kelompoknnya hari ini mulai bertani Semangka.
Panen perdana kelompok tani Ola Take di Waimatan sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Lembata dapat mengambil peran dalam mengembangkan sektor pertanian dan menciptakan peluang ekonomi dari daerah sendiri.
Dari Waimatan, Delik dan kelompoknya ingin menunjukkan bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pilihan masa depan bagi anak muda Lembata.**





















