KUPANG, SWARALOMBLEN.com— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena angkat bicara terkait penembakan terhadap ketiga warga sipil yang bekerja sebagai ASN di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, hal itu disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam siaran Pers diterima oleh swaralomblen.com, Jumat (11/9/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa dalam aksi penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan,“ ujar Laka Lena.
Menurut dia, Ketiga korban adalah Willi Mbuik (24–25 tahun), CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, asal Kupang, NTT; drh. Alfonsius Albinus Mehan (35 tahun), Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, asal Sikka, Maumere, NTT; serta Aprida Rapi (49 tahun), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, asal Toraja, Sulawesi Selatan.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya tindakan penembakan tersebut. Apa pun alasan yang mendasarinya, kekerasan dan pembunuhan terhadap manusia tidak dapat dibenarkan. Terlebih, mereka sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan tugas negara, membantu masyarakat Papua mendapatkan haknya melalui pelayanan dan bantuan pangan dari negara,“ lanjut orang nomor satu NTT ini.
Ia meminta, aparat keamanan segera mengejar, menangkap, dan memproses secara hukum seluruh pelaku. Peristiwa seperti ini tidak boleh terus berulang di Tanah Papua. Negara harus hadir dan memastikan setiap anak bangsa yang mengabdi di mana pun berada mendapatkan rasa aman dan perlindungan. Khusus kepada keluarga Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Jenazah akan tiba di Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT akan menjemputnya. Dua anak muda NTT ini memilih mengabdi di tempat yang tidak mudah. Mereka menunjukkan bahwa kebangsaan dan kemanusiaan tidak mengenal batas daerah. Saat ini, dari Flores kami merasakan bagaimana anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Indonesia datang membantu masyarakat terdampak gempa. Demikian pula Willi dan Alfonsius telah hadir membantu masyarakat Papua.
Semoga pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik bagi negeri, di NTT, Papua, dan di mana pun kita berada. Selamat jalan Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan. Semoga Tuhan menerima amal pengabdian dan menempatkan kedua putra terbaik NTT ini di sisi-Nya, tendas Laka Lena.**(Tim/red)





















