LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Dugaan temuan makanan berulat di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKK) 3 Nubatukan, (Lamahora), Kelurahan Lewoleba Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu perhatian publik. Seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Krisantus Kenato, meminta aparat penegak hukum (APH) segera menyelidiki kasus tersebut.
Krisantus menyatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, terdapat lebih dari 3.000 paket makanan (omprengan) yang didistribusikan. Namun, dugaan adanya ulat hanya ditemukan pada satu paket.
“Perlu ditelusuri lebih dalam. Apakah daging ayam tersebut benar berasal dari dapur SPPG 01 Nubatukan yang dikelola pihak terkait, dan bagaimana spesifikasi ulat itu bisa muncul,” ujarnya, kepada media ini, Selasa (21/4/2026).
Ia juga mempertanyakan kemungkinan munculnya ulat pada makanan yang telah melalui proses penyimpanan dan pengolahan. Menurutnya, daging ayam umumnya disimpan dalam freezer sebelum dimasak dan digoreng, sehingga kecil kemungkinan terdapat ulat hidup.
Krisantus menegaskan pentingnya penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut sekaligus menghindari keresahan di tengah masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak.
“Saya meminta pihak kepolisian segera menyelidiki dugaan ini, agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan anak-anak,” katanya.
Lanjutnya, kata dia, program penyediaan makanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga harus dijaga mutu dan keamanannya, guru, orangtua mestinya saling terbuka terhadap dapur MBG agar pelayanan kedepan lebih baik lagi, pungkas Krisantus.**(BM)





















