LEMBATA, SWARALOMBLEN.com— Karnaval Literasi dalam rangka Festival Literasi Lembata (FELITA) Jambore 2026 resmi dilepas oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, yang diwakili Ketua Panitia, Fransiskus Sababaleku. Acara ini menjadi salah satu agenda utama FELITA 2026 yang digagas DKP Lembata untuk memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sababaleku menegaskan Karnaval Literasi bukan sekadar parade, melainkan simbol komitmen bersama untuk menumbuhkan minat baca.
Ia menyoroti antusiasme peserta yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada FELITA 2025 hanya 21 sekolah/madrasah yang ikut serta, sementara tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 41 sekolah. Rinciannya, 18 Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 11 Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
Manajemen serta teknis pelaksanaan Festival Literasi 2026 sepenuhnya dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata. Kegiatan ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2026. Dukungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat literasi daerah dan memastikan keberlangsungan program literasi di Lembata.
Sababaleku mengaku bangga atas peningkatan jumlah peserta hingga 100 persen.
Namun, ia juga menekankan bahwa lonjakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Bertambahnya peserta berarti koordinasi dan pengelolaan teknis harus lebih matang agar seluruh rangkaian berjalan lancar.
“Kami akan berusaha maksimal agar kegiatan ini sukses, dan berharap jumlah peserta terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sababaleku mengajak seluruh pihak untuk menjadikan FELITA sebagai agenda bersama yang berkelanjutan. Dukungan dari sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sangat penting agar festival ini tidak hanya menjadi ajang tahunan yang meriah, tetapi juga sarana efektif membentuk generasi muda yang gemar membaca, kritis, dan kreatif.
Karnaval Literasi FELITA 2026 menjadi bukti nyata bahwa literasi mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Semangat peserta mencerminkan harapan besar akan lahirnya budaya literasi yang kokoh di Kabupaten Lembata. Panitia optimistis, dengan dukungan semua pihak, FELITA akan terus berkembang menjadi festival literasi yang membanggakan sekaligus ikon pendidikan daerah.**(Tim/red)





















