LEMBATA, SWARALOMBLEN.com— Dalam rangka memperingati Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63, Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka, menggelar Jambore Anak dan Remaja Misioner yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu (24–26 April 2026). Kegiatan ini dipusatkan di Paroki St. Fransiskus de Sales Pada dan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 19 paroki.

Sejak hari pertama, suasana penuh semangat sudah terasa melalui proses registrasi yang diikuti dengan Pawai Misioner. Kegiatan pembuka ini menjadi simbol sukacita iman sekaligus penegasan identitas peserta sebagai anak dan remaja misioner di tengah Gereja dan masyarakat.
Jambore ini bertujuan mempererat persaudaraan iman serta membina generasi muda agar semakin menyadari panggilan hidupnya dalam semangat misioner. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni doa, derma, kurban, dan kesaksian. Berbagai kegiatan pembinaan rohani, edukasi, dan dinamika kelompok turut memperkaya pengalaman peserta dalam membangun solidaritas, kepemimpinan, dan semangat persatuan lintas paroki.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah promosi panggilan yang ditandai dengan pembakaran Obor Panggilan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh yang mulia Uskup Larantuka, MGR. Yohanes Hans Monteiro. Obor yang dinyalakan menjadi simbol terang Kristus yang menggerakkan hati generasi muda untuk berani menjawab panggilan Tuhan. Melalui sesi kesaksian dan pengenalan berbagai bentuk panggilan dalam Gereja, peserta diajak untuk lebih peka mendengarkan suara Tuhan, baik sebagai awam maupun dalam panggilan hidup bakti.
Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara terpadu dengan liturgi sebagai pusat dan puncak. Ibadat pembukaan, doa harian, hingga Perayaan Ekaristi Hari Minggu Panggilan menjadi sumber kekuatan rohani bagi seluruh peserta. Selain itu, kegiatan edukatif dan outbound turut mendukung pembentukan karakter dan kerja sama. Berbagai lomba seperti paduan suara dan yel-yel paroki juga menjadi sarana ekspresi iman yang kreatif dan partisipatif.
Dimensi aksi nyata juga mendapat perhatian melalui kegiatan pengumpulan derma, bantuan bagi seminaris, serta kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh aktivitas ini dikemas dalam suasana penuh sukacita melalui animasi lagu dan gerak yang melibatkan seluruh peserta.
Kegiatan ini berlandaskan pada sabda Yesus dalam Injil Markus 10:14, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku,” serta amanat agung dalam Injil Matius 28:19, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Kedua pesan tersebut menjadi dasar kuat bagi Gereja untuk terus membina anak dan remaja sebagai bagian penting dalam misi Kristus.
Pemilihan Paroki St. Fransiskus de Sales Pada sebagai lokasi kegiatan memiliki makna pastoral tersendiri. Sebagai salah satu paroki baru di Keuskupan Larantuka yang dilayani oleh para imam Missionaries of St. Francis de Sales (MSFS), paroki ini mencerminkan pertumbuhan Gereja lokal sekaligus menghadirkan spiritualitas Santo Fransiskus de Sales yang menekankan kelembutan dan kasih dalam pewartaan Injil.
Pastor Paroki, Pater Swarna Anil Kurman, MSFS, menyampaikan bahwa jambore ini merupakan agenda tahunan yang melibatkan seluruh anak Sekami di Dekenat Lembata. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi tanggung jawab bersama untuk menyukseskan kegiatan ini.
Melalui jambore ini, Gereja di Lembata menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda agar semakin siap menjawab panggilan dan terlibat aktif dalam perutusan Gereja di tengah dunia.**( Rd. Goris Weking)





















