Petrus Gero: Dari Anak Kampung Menjadi Ketua Golkar Lembata, Menjaga Api Pengabdian Tiga Dekade

Petrus Gero saat menyampaikan pidatonya di musda VI Partai Golkar Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Senja perlahan turun di ufuk Lembata. Angin dari laut membawa cerita tentang perjalanan panjang seorang kader yang menapaki tangga organisasi bukan dengan lompatan besar, melainkan dengan kesetiaan yang dirawat selama puluhan tahun.

Di hadapan para kader dalam momentum Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Lembata, Petrus Gero mengenang jejak pengabdiannya yang telah berlangsung selama tiga dekade di partai berlambang pohon beringin itu.

banner 325x300

“Saya anak kampung yang diberi kesempatan menjadi kader DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata. Hampir 30 tahun saya berada di Partai Golkar,” ujar Petrus Gero, Jumat (12/06/2026) di Ballroom Resto Olimpic Lewoleba.
Bagi Petrus, perjalanan politiknya bukan kisah tentang ambisi pribadi atau perebutan jabatan. Ia memandang organisasi sebagai rumah besar yang harus terus dijaga keberlangsungannya oleh seluruh kader.

Perjalanannya dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi pengurus ranting, kemudian naik menjadi pengurus kecamatan, hingga dipercaya mengemban berbagai jabatan di tingkat DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata. Pengalaman panjang itu mengantarkannya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lembata periode 2019–2024 dan kemudian dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Lembata, 2022–2026.

“Ini bukan tentang ego besar, tetapi tentang organisasi Partai Golkar. Kita harus melanjutkan karya-karya Partai Golkar ke depan,” katanya.

Menurut Petrus, Golkar bukan milik segelintir orang atau kelompok tertentu. Partai tersebut merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Lembata sehingga setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan publik.

“Partai Golkar adalah milik masyarakat Kabupaten Lembata. Karena itu, kita wajib mempertanggungjawabkan keberadaan Golkar di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam refleksi perjalanannya, Petrus juga mengingat masa-masa sulit yang pernah dihadapi partai tersebut. Saat pandemi Covid-19 melanda negeri ini, Golkar Lembata kehilangan sejumlah tokoh penting yang selama ini menjadi pilar organisasi.
Kepergian almarhum Yan Sunur menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Golkar. Duka kembali datang ketika Eliaser Yance Sunur, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Lembata, juga berpulang. Situasi tersebut membuat organisasi menghadapi tantangan kepemimpinan yang tidak mudah.
Di tengah kondisi itu, kepemimpinan sementara dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) ketua DPD kakanda Yohanes De Rosari yang hadir pada Musda VI Partai Golkar Kabupaten Lembata. Organisasi tetap bergerak menjalankan fungsi politik dan pelayanan kepada masyarakat. Pada periode itulah Petrus Gero, yang saat itu menjabat Ketua DPRD Kabupaten Lembata, kemudian dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata.
Meski pernah berada di pucuk kepemimpinan, Petrus menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi jauh lebih penting daripada posisi seseorang.

“Saya percaya bukan individu yang paling penting, tetapi bagaimana organisasi ini tetap berjalan dengan dukungan seluruh kader,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mempersoalkan siapa yang nantinya memimpin Golkar Lembata. Menurutnya, partai memiliki banyak kader muda yang potensial dan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Kalaupun hari ini saya tidak menjadi ketua lagi, saya percaya kepada kader-kader muda yang potensial. Karena sesungguhnya organisasi harus tetap solid,” katanya.

Bagi Petrus, usia pengabdiannya yang hampir separuh hidup di Partai Golkar telah mengajarkannya satu hal sederhana: jabatan datang dan pergi, tetapi pengabdian kepada organisasi dan masyarakat harus tetap menyala.
Seperti akar beringin yang terus menembus tanah tanpa banyak suara, demikian pula kesetiaan seorang kader diuji bukan ketika berada di puncak, melainkan ketika tetap bertahan dalam badai. Dan bagi Petrus Gero, tiga puluh tahun di Golkar bukan sekadar catatan perjalanan politik, melainkan kisah tentang menjaga api pengabdian agar tetap menyala untuk Lembata.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *