Lonjakan Peserta Jambore Literasi Lembata Bikin Prof. Yus Kagum, Kadis Anselmus: Kami Tidak Berhenti Berbenah

Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si dari atas foto terlihat memberikan hadia kejuaraan kepada peserta saat penutupan Festival Jambore 2006 Kepala DKP Lembata: Anselmus Asan Ola, Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Penutupan Festival Jambore Literasi Kabupaten Lembata tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Senin (11/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung singkat 10–11 itu membuat satu cerita yang menarik dari Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menilai siswa-siswi di kabupaten Lembata, menunjukkan geliat literasi yang semakin tumbuh di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

banner 325x300

kepada awak media ini, saat malam penutupan Festival Literasi Jambore 2026 yang digelar di laman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Prof Yus mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Festival Literasi jambore tersebut. Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap antusiasme peserta yang jauh melampaui ekspektasi awal.

“Saya baru tahu ini acara tahunan, dan ini sangat luar biasa. Antusias siswa-siswi dan guru pendampingnya tinggi sekali. Awalnya dilaporkan hanya sekitar 200 peserta, tetapi tiba-tiba melonjak menjadi 580 peserta,” ujarnya.

Prof Yus berharap semangat ini menjadi titik awal pertumbuhan literasi yang lebih baik di Kabupaten Lembata. Saat ditanya mengenai kesan yang akan dibawa pulang ke Malang, ia hanya tersenyum dan berharap program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola  dalam sambutannya. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas suksesnya kegiatan tersebut. Anselmus  menyebut capaian jumlah peserta menjadi indikator positif bagi perkembangan literasi di Kabupaten Lembata.

“Target awal 200 peserta, namun yang hadir mencapai 580 orang. Ini luar biasa. Saya yakin manusia tidak hidup dari roti saja. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, kita mampu menyelesaikan kegiatan ini dengan baik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Anselmus menambahkan:  Sistem literasi secara kualitatif mulai terbentuk, dan menjadi cita-cita besar yang diharapkan dapat terwujud dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Anselmus juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi siswa-siswi serta menghadirkan berbagai karya dalam jambore. Menurutnya, terdapat nuansa berbeda dan peningkatan kualitas pada pelaksanaan tahun ini.

“Ini hasil kerja kolaboratif. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru. Ini menjadi pekerjaan rumah yang akan terus kami lanjutkan. Saya bertanggung jawab atas program ini, dan kami yakin literasi masih perlu terus diperjuangkan bersama,” bangga  Anselmus.

Apresiasi juga datang dari kalangan pendidik, salah satunya Guru Klemens. Ia menilai kegiatan ini berjalan baik, termasuk melibatkan siswa-siswi dari sekolah luar biasa (inklusif).

“Meskipun berasal dari sekolah inklusif, semangat siswa-siswi mereka sangat luar biasa. Ini memberi harapan besar bagi dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Dalam ajang tersebut, sejumlah peserta berhasil menorehkan prestasi. Yohana Basilia dari SD Lite meraih Juara Harapan I dalam lomba menutur. Sementara Agnes Theresia dari SDK St. Tarsius Lewoleba turut menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi yang sama.

Cristin, Guru perempuan pendamping siswa dari SMAN 2 Nubatukan, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik, terutama dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkarya.

“Kegiatan ini sangat positif bagi siswa-siswi, terutama dalam melatih mereka untuk menghasilkan karya,” katanya.

Festival Jambore Literasi 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi di Lembata terus tumbuh. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat fondasi literasi menuju masa depan anak-anak  Lembata yang lebih baik.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *