LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Di tengah semarak Festival Literasi Jambore 2026, sebuah sudut hangat menghadirkan ruang sederhana yang sarat makna. SMP Negeri 04 Nubatukan tampil memikat melalui karya bertajuk “Gema Rimba dan Kota”, sebuah perwujudan kreativitas literasi siswa yang tidak hanya dipajang, tetapi juga dihidupkan.
Stand literasi sekolah ini menampilkan beragam karya siswa berupa puisi, cerpen, hingga kuis literasi yang disusun dari rasa ingin tahu dan imajinasi mereka sendiri. Karya-karya tersebut merupakan hasil proses belajar rutin yang dilakukan setiap Minggunya , kemudian dipresentasikan secara berkala setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Tidak sekadar menjadi pajangan, karya literasi tersebut dibawakan dalam bentuk pertunjukan di arena Festival Literasi Jambore 2026, Minggu (10/05/2026) karya siswa-siswi SMPN 04 Nubatukan dipajang rapih di dinding stand dengan beragam karya tulis mereka.
Setiap makna dan kata-kata sebagai simbol napas yang menyatu dengan suasana, sekaligus menyentuh para pengunjung yang hadir.
Guru SMPN 04 Nubatukan, Yusi Windari, menyampaikan bahwa Gema Literasi merupakan hasil nyata dari proses kreatif siswa yang patut diapresiasi.
“Ini bukan sekadar karya, tetapi jejak mimpi anak-anak yang hari ini dipajang, dan suatu saat bisa menjadi dunia mereka,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk datang dan menyaksikan langsung karya-karya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan literasi generasi muda.
Melalui partisipasi ini, SMPN 04 Nubatukan menunjukkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang menghidupkan gagasan, mengekspresikan rasa, dan membangun kepercayaan diri siswa. Di tengah riuhnya festival, “Gema Rimba dan Kota” hadir sebagai suara yang jernih—menggema dari ruang kecil, namun menjangkau hati.**(BM)





















