Tutup Kegiatan Jambore di Dekenat Lembata, Mgr. Hans Mointeiro: ”Persatuan dalam Kristus serta kesadaran akan Misi Perutusan”

”Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”

Foto: Rd. Goris Weking
banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com—Kegiatan Jambore anak SEKAMI dan Misioner berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan pada Minggu, 26 April 2026, bertempat di Paroki St. Fransiskus de Sales Pada. Kegiatan ini menjadi wadah yang mempertemukan anak-anak dari berbagai paroki untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat misioner sejak usia dini.

Mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”, seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Perayaan berlangsung dalam suasana yang begitu mengesankan.

banner 325x300

Di tengah guyuran hujan yang cukup deras, para peserta tetap bertahan dengan penuh semangat, mengikuti setiap bagian liturgi dengan khidmat dan penuh penghayatan.

Hujan yang turun tidak menyurutkan langkah iman anak-anak. Justru, dalam kesederhanaan dan keterbatasan itu, tampak keteguhan hati mereka untuk tetap berpartisipasi aktif. Nyanyian, doa, dan jawaban liturgi menggema dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang mengharukan sekaligus membangkitkan rasa persaudaraan yang mendalam.

Perayaan Ekaristi sungguh dihayati sebagai puncak kehidupan iman, sumber kekuatan untuk memupuk kasih, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan semangat untuk berjalan bersama dalam satu Kristus serta berjuang dalam satu misi.

Sejak awal kegiatan, anak-anak diajak untuk menyadari jati diri mereka sebagai “domba-domba” yang berjalan mengikuti Gembala Agung menuju keselamatan. Simbol tongkat gembala dimaknai sebagai tanda tuntunan Tuhan yang senantiasa mengarahkan umat-Nya ke jalan yang benar. Anak-anak diajak untuk belajar mengenal, mendengar, dan mengikuti suara Sang Gembala dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui lagu-lagu rohani seperti “Dengarlah Dia Memanggil Namamu”, suasana kebersamaan semakin hidup. Anak-anak diajak untuk berani mewartakan kabar sukacita Kristus, menjalin persahabatan lintas paroki, serta membangun relasi yang saling mengenal dan menguatkan sebagaimana domba mengenal gembalanya dan gembala mengenal domba-dombanya.

Keindahan Jambore semakin nyata dalam semangat kebersamaan “bersagu dalam satu”, berjalan bersama dalam iman, serta merayakan Ekaristi sebagai pusat kehidupan. Doa-doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan agar setiap anak mampu mendengar panggilan Tuhan dan hidup dalam kasih persaudaraan.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tu aq, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa jambore bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana pembinaan iman, karakter, dan persaudaraan. “Anak-anak adalah generasi penerus Gereja, bangsa, dan daerah ini. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Ia juga mengajak anak-anak untuk semakin mencintai Tuhan, peduli terhadap sesama, dan berani berbagi kasih.

Penutupan Kegiatan Jambore anak SEKAMI di Dekenat Lembata, Paroki St. Fransiskus de Salez Pada, Foto: Istimewa

Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menekankan pentingnya ”persatuan dalam Kristus serta kesadaran akan misi perutusan.”

Ia mengajak anak-anak untuk mengalami sukacita sejati sebagai domba-domba yang diutus oleh Gembala Sejati. “Dalam diri anak-anak tampak keindahan Allah: tulus, sederhana, dan penuh sukacita,” tuturnya.

Uskup Hans Monteiro juga mengingatkan para orang tua untuk senantiasa mendukung pertumbuhan iman anak-anak, bukan menghambatnya, melainkan membimbing mereka menuju jalan yang benar. Uskup turut menyampaikan terima kasih kepada para imam, biarawan-biarawati, frater, panitia, serta pemerintah daerah yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Secara khusus, apresiasi disampaikan kepada panitia di bawah koordinasi RD. Asno Tukan, para pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki, serta para pendamping yang telah melayani dengan penuh cinta dan dedikasi.

Sementara itu, Pastor Paroki St. Fransiskus de Sales Pada selaku tuan rumah juga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup, Romo Deken, para imam, serta seluruh pihak yang telah ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat menjadi tuan rumah. Semoga pengalaman iman ini menjadi kekuatan bagi anak-anak untuk terus memupuk persaudaraan dalam semangat satu Kristus,” ujarnya.

Ia berharap agar “api jambore” tidak padam, tetapi terus menyala dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk terus bertumbuh sebagai pribadi yang beriman, menghidupi kasih dalam tindakan nyata, serta membawa sukacita bagi sesama. Dalam semangat “2D2K” (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian), mereka diharapkan menjadi saksi Kristus yang hidup, menghadirkan terang dan harapan bagi dunia.

Penulis (Rd. Goris Weking) yang adalah Pastor Muda di Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).**

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *