Pichan dkk Buka Suara Lewat  TikTok, Kritik Buruknya Kinerja Manajemen Persena 

Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

NAGEKEO, SWARALOMBLEN.com— Polemik yang melibatkan empat pemain asal Lembata, yakni Pichan Wuwur, Asten Wetu, Adepa Sulaona, dan Rino Namang, menuai perhatian publik. Konflik ini memicu berbagai spekulasi terkait pihak yang benar maupun yang bersalah, sekaligus menyoroti profesionalisme para pemain dalam menyikapi persoalan internal tim.

Kisruh tersebut mencuat setelah keempat pemain melakukan klarifikasi melalui siaran langsung di platform TikTok pada Minggu (12/04/2026). Dalam pernyataannya, Pichan menyebut bahwa dirinya bersama rekan-rekan tidak mendapatkan perhatian yang layak sejak tiba di Kabupaten Nagekeo, NTT.

banner 325x300

Ia mengungkapkan, mulai kebutuhan dasar seperti permintaan air minum kerap mendapat respons lambat dari pihak tim. Keluhan serupa juga disebut dialami pemain lain, yang menurutnya mencerminkan kurangnya manajemen perhatian terhadap kesejahteraan pemain.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik. Seorang pengamat sepak bola yang enggan disebutkan namanya menilai tindakan para pemain menyampaikan keluhan melalui media sosial kurang tepat dan terkesan tidak profesional sebagai pemain bintang NTT.

“Kalau memang sejak awal merasa tidak nyaman, seharusnya bisa mengambil keputusan lebih cepat. Bukan justru menimbulkan polemik di tengah jalan,” ujarnya. Ia juga menduga adanya kemungkinan faktor lain, seperti tawaran dari tim berbeda atau rencana memperkuat tim tertentu dalam ajang Apebuan Cup yang akan berlangsung pada Mei mendatang.

Di sisi lain, pelatih kepala Edward Y. Togo memilih untuk tidak banyak berkomentar. Saat dikonfirmasi, media ini, ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah pembenahan tim Persena Nagekeo.

“Saya sekarang fokus pada pembenahan tim. Nanti akan ada konferensi pers resmi dari manajemen,” ujarnya singkat.

Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada para pemain juga belum membuahkan hasil. Adepa Sulaona tidak memberikan tanggapan, sementara Pichan yang sempat bersedia memberikan pernyataan lanjutan, kembali tidak merespons hingga berita ini diturunkan.

Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut konflik internal tim, tetapi juga mencerminkan bagaimana komunikasi dan profesionalisme pemain diuji di tengah tekanan publik dan media sosial.**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *