NAGEKEO, SWARALOMBLEN.com—Entah apa yang salah dari manajemen Persena Nagekeo yang membuat keempat pemain asal Kabupaten Lembata justru memilih angkat kaki dari Persena Nagekeo di tengah persiapan kompetisi. Keputusan mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar—ada apa sebenarnya? ataukah ada hal apa dari manejemen tim yang dijuluki Seka Talo itu.
Dengan alasan yang terdengar sederhana namun cukup mengejutkan, yakni ketidakpuasan terhadap makanan yang disajikan, Pican Wuwur, Rino Namang, Asten Wetu, dan Adepa Suloana kompak mengundurkan diri. Situasi ini memunculkan spekulasi: benarkah persoalannya hanya soal konsumsi harian, atau ada hal lain yang tidak terungkap di balik keputusan tersebut?
Di tengah tuntutan profesionalisme sepak bola modern, mundurnya empat pemain kunci yang kemarin menghanhantar Persebata ke liga tiga sepak bola Indonesia karena alasan non-teknis menjadi sorotan, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang bagaimana manajemen tim mengelola kebutuhan dasar pemain selama kompetisi berlangsung.
Pelatih kepala Persena Nagekeo, Edward Y. Togo, ketika dihubungi oleh awak media, Minggu (12/04/2026) membenarkan bahwa pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh para pemain secara lisan.
Menurut Edward, alasan utama yang disampaikan para pemain adalah ketidakcocokan terhadap konsumsi makanan selama berada di Nagekeo.
“Mereka menyampaikan langsung kepada saya, lalu saya teruskan ke manajemen. Alasan mereka karena makanan di sini tidak enak. Padahal menu yang tersedia seperti ikan, sayur, tahu, dan tempe setiap hari. Memang mungkin tidak setiap hari ada makan daging, tetapi secara umum pola makan di wilayah NTT seperti itu,” jelasnya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa pihak tim tidak memaksakan para pemain untuk tetap bertahan. Manajemen juga telah memenuhi seluruh kewajiban kontrak, termasuk pembayaran gaji sejak awal penandatanganan.
“Kami sudah rapat dengan tim pelatih dan manajemen, dan memutuskan untuk menghormati keputusan mereka. Semua hak mereka sudah kami penuhi,” tambah Edward.
Pengunduran diri empat pemain tersebut diakui cukup berdampak terhadap persiapan tim, mengingat Persena Nagekeo akan segera menghadapi kompetisi Liga 4 Seri Nasional.
Kendati demikian, head coach Edward Y. Togo menyatakan pihaknya telah bergerak cepat mencari pengganti dan tetap optimistis di putaran liga 4 seri nasional.
“Kami yakin dengan kemampuan pemain lain yang ada saat ini untuk tetap bersaing di Liga 4 Seri Nasional,” ujarnya.
Sementara itu, upaya awak media untuk menghubungi salah satu dari mereka, Adepa Suloana. hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan dari Adepa Sulaona terkait apa yang terjadi dengan mereka sendiri.**(BM)





















