LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak positif bagi para siswa-siswi di SMA PGRI Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, (NTT). Memasuki hari kedua pelaksanaan, pihak sekolah mencatat adanya peningkatan kehadiran dan semangat belajar siswa.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA PGRI Lewoleba, Andreas Arnold, ia mengatakan bahwa program MBG baru diterima sekolahnya setelah satu tahun lebih program ini berjalan.
“Ini hari kedua pelaksanaan MBG di sekolah kami. Tahun 2025 sebelumnya kami belum mendapatkan jatah. Sekarang kami sudah mulai menerima melalui dapur SPPG Bintang Olimpic Indonesia sebagai penyedia,” ujarnya saat diwawancarai media ini, Selasa (14/042026).
Arnold menjelaskan bahwa mayoritas siswa-siswi di SMA PGRI Lewoleba berasal dari latar belakang ekonomi menengah hingga di bawah menengah. Dengan adanya program MBG, siswa-siswi khususnya tinggal di kos—menjadi lebih rajin masuk sekolah.
“Anak-anak mulai antusias. Mereka jadi lebih semangat datang ke sekolah karena selain belajar, mereka juga mendapatkan makanan bergizi gratis,” tambahnya.

Disisi lain, salah satu siswa, Oktavianus Demong, yang mengaku senang bisa menerima manfaat program tersebut.
“Baru kemarin kami terima MBG. Saya senang bisa dapat makan dari program ini,” ungkapnya singkat.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Dapur SPPG Bintang Olimpic Indonesia Lewoleba Tengah Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Petrus Asmumu Manuk menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari pihak sekolah SMA PGRI Lewoleba, baginya.
“Ini adalah program dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ini adalah langkah penting dalam membangun generasi emas Indonesia, dengan memperhatikan asupan gizi siswa,” ujar Peter Manuk Jr yang juga merupakan eks Jurnalis Timor Leste dan NTT ini.
Peter menambahkan bahwa kehadiran dapur MBG Bintang Olimpic Indonesia memberikan dampak nyata bagi siswa, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang mungkin belum terpenuhi secara optimal di rumah.
“Bisa saja siswa yang tidak mampu dari rumah mereka tidak mendapatkan makanan yang cukup baik. Dengan program ini, mereka ke sekolah bukan hanya untuk belajar, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang layak,” jelasnya.
Lanjutnya, kata Peter, Pihak Yayasan SPPG Bintang Olimpic Indonesia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan menu, higenis, sehat dan bergizi serta baik dari segi distribusi maupun variasi menunya
“Kami bersama BGN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Harapannya, dapur MBG Bintang Olimpic Indonesia bisa terus menjadi penyedia layanan yang berkualitas bagi para siswa untuk mencapai kewalitas Generasi Emas Indonesia di Tahun 2045 sebagai cita – cita bangsa Indonesia,” tutup Peter mantan wakil sekertaris HIPMI NTT pria yang tidak asing bagi masyarakat Lembata ini.
Program MBG diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya di daerah dengan tingkat kebutuhan gizi yang tinggi, guna mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda Indonesia hari ini dan masa depan.**(BM)





















