Lembata Krisis BBM, Manajer SPBU Waijarang sebut Perlu Penambahan Kuota

Foto: Vanny Gokok
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Kondisi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) seakan hidup berdampingan dengan masyarakat Kabupaten Lembata, dari tahun ke- tahun.

General Manager SPBU Waijarang, kepada wartawan di  Lewoleba.

banner 325x300

Krisis BBM yang terjadi di kabupaten terlihat pada aktivitas warga yang mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak setiap harinya.

Pengendara memarkirkan kendaraan mereka sejak malam hari di pintu masuk SPBU, kemudian kembali lagi besok paginya untuk mengantri BBM. Meski begitu tak jarang ada pengendara yang tidak kebagian BBM.

Longginus Lega menyebutkan solusi untuk krisis BBM yang ada di Kabupaten Lembata yaitu dengan penambaan kuota oleh Pemerintah Daerah.

“Kalau saya solusinya cuma satu silahkan pemerintah daerah koordinasi dengan pertamina PT Migas untuk menaikkan kuota. Kalau kuotanya naik masalah selesai,“ ungkapnya saat diwawancarai Sabtu (17/10/2026).

Jumlah kuota yang masuk di SPBU Waijarang dikatakan sangat fluktuatif, meski begitu rata-rata perhari pada setiap produk pertamina sebanyak lima ton. Stok ini terjadi kekosongan permintaan di SPBU lain, maka stok di SPBU Waijarang sedikit bertambah.

“Stok fluktuatuf, ada yang masuk lima ton, paling tinggi itu sepuluh ton, tetapi itu sesekali. Bisanya yang sepuluh ton itu di Pertamax dan Pertalite. Solar itu sebulan kadang tidak ada penambahan, tetap lima ton,“ ujar Manajer SPBU Waijarang, Longinus Lega

Lima ton sehari menurutnya tidak cukup, apalagi dengan pola distribusi yang mayoritas diisi oleh pengecer untuk dijual kembali kepada masyarakat.

“Menurut saya, lima ton itu cukup kalau tidak ada pengecer. Karena yang isi di SPBU disini 90 persen adalah pengecer, yang kemudian akan jual di jalan-jalan,“ beber Longi.

Namun, Longginus melanjutkan bahwa pola yang terjadi saat ini dimana BBM dari SPBU lalu masuk ke tangan pengecer karena mereka yang mengantri lalu jual ke konsumen, rasa-rasanya juga tidak ada pengeluhan luar biasa di kalangan masyarakat. Hal ini karena pengecer juga mengorbankan waktu dan tenaga untuk antri dengan panas terik Lembata.

Untuk jumlah kuota yang harusnya cukup untuk pelanggan SPBU Waijarang, Longginus tidak dapat memastikan karena kendaraan akan menumpuk SPBU Waijarang jika SPBU Tanah Merah tutup. ( Vanny Gokok/Pos Kupang/Bedos Making)

banner 325x300

Writer: Tim/redEditor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *