Kanis dan Nasir Dari Misa Syukur Hingga Layanan Cuci Darah, Ini Agenda Pemkab di HUT ke 27

Bedos Making

Foto: Vanny Gokok
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lembata, Senin, 12 Oktober 2026, diisi dengan sejumlah agenda penting yang memadukan ungkapan syukur, pelayanan kepada masyarakat, serta upaya memperkuat pembangunan daerah.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari Misa Syukur di Gereja Paroki Pada, operasi pasar, pengenalan fasilitas cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, penandatanganan nota kesepahaman pengembangan garam, hingga upacara peringatan HUT dan malam syukuran di Kantor Bupati Lembata.

banner 325x300

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kabupaten Lembata yang ke-27, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Misa Syukur Buka Rangkaian Peringatan

Agenda peringatan dimulai pukul 08.00 WITA melalui Misa Syukur HUT ke-27 Kabupaten Lembata yang berlangsung di Gereja Paroki Pada, Desa Pada.

Bupati dan jajaran yang mengikuti kegiatan tersebut mengenakan pakaian bermotif daerah atau batik sebagai bagian dari penghormatan terhadap identitas budaya.

Misa syukur menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas perjalanan pembangunan Kabupaten Lembata sekaligus memohon penyertaan Tuhan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Memasuki usia ke-27, Lembata dihadapkan pada tantangan pembangunan yang tidak ringan, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan dasar, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Operasi Pasar, Upaya Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Setelah Misa Syukur, agenda dilanjutkan pukul 10.00–10.30 WITA melalui kegiatan operasi pasar di Pasar Pada.

Kegiatan ini melibatkan Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Operasi pasar menjadi salah satu agenda yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, stabilitas harga pangan menjadi salah satu persoalan penting yang membutuhkan perhatian pemerintah. Karena itu, operasi pasar diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni HUT, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

RSUD Lewoleba Siapkan Layanan Cuci Darah

Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Lembata adalah pengenalan fasilitas hemodialisis atau layanan cuci darah di RSUD Lewoleba, yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00–11.30 WITA.

Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran OPD dijadwalkan meninjau kesiapan fasilitas yang dipersiapkan untuk melayani pasien dengan penyakit ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisis.

Kehadiran layanan ini menjadi harapan baru bagi pasien dan keluarga yang selama ini harus mengakses pelayanan cuci darah di luar Kabupaten Lembata, termasuk di Kota Kupang.

Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinademets Paun, sebelumnya menjelaskan bahwa pengoperasian layanan hemodialisis membutuhkan persiapan khusus, terutama terkait tenaga kesehatan terlatih, kesiapan ruangan, peralatan, standar keselamatan pasien, dan pemenuhan persyaratan pelayanan.

Dua perawat telah masuk dalam agenda pelatihan khusus, masing-masing melalui program di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Sementara itu, gedung bekas instalasi ICU direncanakan menjadi lokasi pelayanan hemodialisis setelah dilakukan penataan sesuai ketentuan teknis.

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi pada Februari 2027. Namun, target itu tetap bergantung pada penyelesaian seluruh tahapan persiapan, termasuk kesiapan tenaga medis dan proses pengajuan pelayanan kepada BPJS Kesehatan.

Bagi Pemkab Lembata, layanan cuci darah bukan sekadar tambahan fasilitas rumah sakit. Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi beban biaya perjalanan, akomodasi, serta tekanan fisik dan psikologis pasien yang membutuhkan pengobatan secara berkala.

Penandatanganan MoU Pengembangan Garam

Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung pukul 11.30 WITA di Ruang Rapat Bupati Lembata, yakni penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan garam.

Kegiatan tersebut melibatkan Bupati dan Wakil Bupati bersama para asisten serta OPD terkait.

Pengembangan sektor garam berpotensi menjadi salah satu upaya mendorong aktivitas ekonomi lokal apabila didukung perencanaan yang matang, kepastian pasar, peningkatan kualitas produksi, serta keterlibatan masyarakat.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari agenda pembangunan yang diarahkan untuk memperluas peluang ekonomi daerah. Meski demikian, keberhasilan kerja sama nantinya akan ditentukan oleh tindak lanjut konkret, pelaksanaan program, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Upacara HUT Digelar di Kantor Bupati

Setelah rangkaian agenda pelayanan dan pembangunan pada pagi hingga siang hari, puncak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Lembata dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WITA melalui upacara di Kantor Bupati Lembata.

Bupati dan Wakil Bupati dijadwalkan mengikuti upacara bersama jajaran pemerintah daerah dan undangan.

Upacara peringatan hari jadi daerah menjadi momentum untuk mengenang perjalanan Kabupaten Lembata sejak berdiri sebagai daerah otonom, sekaligus merefleksikan berbagai capaian, tantangan, dan pekerjaan rumah pembangunan.

Peringatan HUT bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

 

Peningkatan pelayanan kesehatan, keterjangkauan kebutuhan pokok, penguatan ekonomi, serta pemerataan pembangunan tetap menjadi bagian penting dari harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Malam Syukuran Menutup Rangkaian HUT

Usai upacara, rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dengan malam syukuran HUT ke-27 Kabupaten Lembata di Kantor Bupati Lembata.

Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah daerah serta seluruh undangan dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut.

Malam syukuran menjadi ruang kebersamaan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam semangat membangun Lembata.

Namun, makna peringatan hari jadi daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, melainkan oleh keberlanjutan program dan kesungguhan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Usia Bertambah, Pelayanan Harus Semakin Nyata

Pada usia ke-27, Kabupaten Lembata memiliki sejumlah agenda pembangunan yang membutuhkan konsistensi dan pengawasan bersama.

Pengenalan fasilitas cuci darah di RSUD Lewoleba, misalnya, baru akan memberikan manfaat maksimal apabila layanan tersebut benar-benar beroperasi sesuai standar, memiliki tenaga profesional yang memadai, serta menjamin kesinambungan pengobatan pasien.

Demikian pula operasi pasar dan rencana pengembangan garam. Keduanya membutuhkan tindak lanjut yang terukur agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar penandatanganan dokumen kerja sama.

Momentum HUT ke-27 menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus diukur melalui hasil yang dirasakan masyarakat, bukan hanya melalui daftar kegiatan dan agenda pemerintahan.

Bagi masyarakat Lembata, harapan pada hari jadi daerah ini sederhana tetapi mendasar: pelayanan publik semakin mudah dijangkau, kebutuhan pokok tetap terjangkau, peluang ekonomi semakin terbuka, dan pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat hingga ke pelosok.

Dirgahayu ke-27 Kabupaten Lembata. Bertambah usia, bertambah pula tanggung jawab untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. (Red SWARALOMBLEN)**

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *