KUPANG, SWARALOMBLEN.com— Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Esthon Foenay, menghadiri penutupan dan penyerahan medali cabang olahraga atletik pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) NTT di lintasan atletik Stadion GOR Oepoi, Kota Kupang, Minggu (25/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Esthon yang merupakan mantan Wakil Gubernur NTT sekaligus mantan Ketua KONI NTT itu menyampaikan apresiasi kepada para atlet pelajar yang telah berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama mengikuti kompetisi.

Esthon Foenay yang juga sebagai anggota DPRD RI tampak bersemangat saat menyampaikan sambutan di hadapan para atlet, pelatih, dan peserta yang hadir. Ia mengatakan bahwa ajang POPDA bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang dapat mengharumkan nama NTT di tingkat nasional.
Ia berharap para atlet pelajar terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan, sehingga mampu bersaing pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Saya menyampaikan apresiasi untuk anak-anak, anakku Nusa Tenggara Timur, dan seluruh peserta yang sangat saya cintai,“ ujar Esthon dalam sambutannya.
Menurutnya, menjadi bagian dari kontingen yang tampil di PON 2028 merupakan kehormatan sekaligus kesempatan besar bagi atlet-atlet muda NTT untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik nasional.
Esthon pun mendorong para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang diraih dalam POPDA. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Terus berlatih agar mendapatkan hasil yang spektakuler,“ tendas anggota DPR RI dari daerah pemilihan dua, dapil NTT ini.
POPDA Menjadi Langkah Menuju Prestasi Nasional
Kejuaraan POPDA memiliki peran penting dalam membangun fondasi olahraga daerah, khususnya melalui pembinaan atlet usia pelajar. Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Harapan menuju PON 2028 menjadi tantangan bagi para atlet, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga di NTT untuk memperkuat pembinaan secara konsisten.
Prestasi tidak cukup dibangun melalui kemampuan individu semata, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan latihan, dukungan pelatih, fasilitas yang memadai, serta perhatian berkelanjutan terhadap perkembangan atlet.
Esthon berharap para atlet muda NTT dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar kelak mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Menutup pesannya, Esthon menyampaikan ungkapan yang mencerminkan semangat dan kebanggaan masyarakat NTT.
“Bae sonde bae, NTT lebih bae.”
Ungkapan tersebut menjadi penyemangat agar para atlet terus berjuang membawa nama Nusa Tenggara Timur menuju prestasi yang lebih baik di tingkat nasional.
Dengan semangat pembinaan sejak usia pelajar, POPDA diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang siap membawa kebanggaan bagi NTT pada PON 2028.**





















