Esthon Foenay Kenang Raihan 45 Ribu Suara Tanpa Kampanye, Ingatkan Generasi Muda tentang Masa Depan Demokrasi

Bedos Making

Ir Esthon L. Foenay M. SI
banner 120x600
banner 468x60

KUPANG, SWARALOMBLEN.com— Anggota DPR RI, Ir. Esthon L. Foenay, M.SI mengenang perjalanan politiknya saat memberikan sambutan penutup dalam kegiatan Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, di Hotel Harper Kota Kupang, Selasa (27/10/2026).

Di hadapan para pemilih pemula dan generasi milenial, Esthon mengungkapkan pengalamannya meraih sekitar 45.000 suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, meski mengaku tidak melakukan kampanye.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Esthon di hadapan Ketua KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jemris Fointuna, beserta jajaran pejabat KPU Provinsi NTT dan peserta sosialisasi yang didominasi pemilih pemula serta generasi milenial.

Dalam kesempatan itu, eks Wakil Gubernur NTT tersebut menekankan pentingnya memegang teguh prinsip dalam berpolitik. Menurutnya, politik bukan sekadar arena untuk memperebutkan kekuasaan, melainkan ruang untuk berkompetisi secara sehat tanpa merusak persaudaraan.

Esthon menegaskan prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam perjalanan politiknya.

“Dalam politik, kita berkompetisi, tetapi kita tetap bersaudara.”

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Esthon kepada generasi muda agar tidak memandang perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk bermusuhan. Kompetisi dalam demokrasi, menurut pesan yang disampaikannya, harus tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama.

Kenang Kepercayaan Prabowo Subianto

Dalam sambutannya, Esthon juga mengenang perjalanan ketika Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memintanya memimpin Partai Gerindra di Provinsi NTT.

Esthon menceritakan kembali momen ketika Prabowo pernah mendatangi kediamannya di Oepura, Kota Kupang. Pengalaman tersebut ia bagikan kepada peserta sosialisasi sebagai bagian dari perjalanan panjangnya dalam dunia politik.

Ia mengenang pernyataan Prabowo yang memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Partai Gerindra di NTT.

Kisah itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Esthon untuk berbagi pengalaman politik kepada generasi muda, terutama mengenai kepercayaan, prinsip, dan tanggung jawab dalam menjalankan peran di ruang publik.

Masa Depan NTT Ada di Tangan Pemilih Muda

Esthon juga menyoroti besarnya peran pemilih pemula dan generasi milenial dalam menentukan arah demokrasi serta masa depan pembangunan daerah dan bangsa.

Sebagaimana dipaparkan Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, jumlah pemilih pemula di NTT mencapai sekitar 1,3 juta orang, sedangkan pemilih milenial berada pada kisaran 1,4 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan hasil pemilihan umum sekaligus memengaruhi arah kepemimpinan dan kebijakan publik di masa mendatang.

Karena itu, pemilih muda diharapkan tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami arti penting suara mereka dalam proses demokrasi.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, pesan yang disampaikan Esthon menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara dan peserta pemilu, tetapi juga oleh kesadaran politik masyarakat, terutama generasi muda.

Bagi Esthon, perbedaan pilihan boleh terjadi, persaingan politik harus tetap berjalan, tetapi persaudaraan tidak boleh dikorbankan.**

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *