Festival Lamaholot 2026 Resmi Ditutup, Bupati Lembata: Budaya Adalah Akar Peradaban

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur tengah membacakan sambutan tertulis Bupati Lembata
banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Festival Lamaholot Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026 di Kabupaten Lembata resmi ditutup pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Pantai Wulen Luo, Kecamatan Nubatukan. Penutupan festival berlangsung meriah dengan berbagai atraksi seni budaya, tarian tradisional, hiburan rakyat, serta pengundian hadiah yang disambut antusias masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, ditegaskan bahwa Festival Lamaholot tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat jati diri masyarakat Lamaholot sekaligus menggali potensi seni, budaya, dan kearifan lokal.

banner 325x300

“Festival Lamaholot yang diselenggarakan ini, selain mempertegas kepribadian dan jati diri kita sebagai orang Lamaholot, juga dimaksudkan untuk menggali dan mengembangkan potensi produk seni, budaya, serta kearifan-kearifan lokal,“ demikian kutipan sambutan Bupati Lembata.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga Festival Lamaholot 2026 dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Ia berharap festival tersebut menjadi sumber semangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menggali, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, Festival Lamaholot bukan sekadar ajang berkumpul dan hiburan, melainkan momentum untuk kembali menyatu dengan akar sejarah dan jati diri masyarakat Lamaholot.

“Melalui Festival Lamaholot, kita meneguhkan kembali nilai-nilai luhur budaya dan tradisi, di antaranya persaudaraan, kekerabatan, dan semangat bahu-membahu dalam membangun daerah dan bangsa,“ ujarnya.

Bupati Lembata, P.  Kanisius Tuaq menegaskan, festival ini juga menjadi wadah pemersatu masyarakat sekaligus penggerak roda perekonomian daerah.

“Kita ingin membangun daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap berakal budi,“ tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga karakteristik adat, budaya, dan kearifan lokal agar tetap hidup dan lestari.

Secara khusus, pesan disampaikan kepada generasi muda agar mencintai dan melestarikan warisan leluhur sebagai fondasi masa depan.

“Adat, seni, budaya, dan kearifan-kearifan lokal adalah akar dari peradaban kita. Apabila kita kehilangan akar ini, maka kita tidak akan memiliki jalan yang baik menuju masa depan,“ pungkasnya.

Festival Lamaholot Karisma Event Nusantara 2026 telah ditetapkan sebagai salah satu dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.**(BM dan tim)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *