Ruteng, SWARALOMBLEN.com—Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa masa depan Nusa Tenggara Timur ditentukan oleh kualitas pendidikan. Pesan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di SMK Sadar Wisata Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Dalam kegiatan tersebut, Sabtu (04/07/2026) Gubernur Melki melaksanakan sosialisasi Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar, meluncurkan buku Kelas, Ruang Navigasi Peradaban yang ditulis oleh para pengawas, kepala sekolah, dan guru SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Manggarai, sekaligus meresmikan Dapur Flobamorata sebagai bentuk dukungan terhadap program One School One Product (OSOP).
“Masa depan Nusa tenggara Timur jangan hanya dilihat dari gedung-gedungnya. Lihatlah ruang kelasnya,“ ujarnya di hadapan para guru, kepala sekolah, dan peserta didik.
Menurutnya, buku yang diluncurkan tersebut lahir dari semangat dan kegelisahan para pendidik yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan. Ia menilai karya tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar nilai akademik, tetapi membentuk karakter dan memanusiakan manusia.
Gubernur Melki menekankan bahwa implementasi Jam Belajar, apresiasi terhadap karya para guru, serta pemenuhan gizi peserta didik melalui Dapur Flobamorata merupakan tiga pilar yang saling melengkapi dalam menciptakan sumber daya manusia Nusa Tenggara Timur yang unggul.
“Jam belajar harus kita jaga, karya guru harus kita apresiasi, dan kebutuhan gizi peserta didik harus kita penuhi. Ketiganya menjadi fondasi untuk melahirkan generasi Nusa Tenggara Timur yang cerdas, sehat, produktif, dan berdaya saing,“ katanya.
Program Dapur Flobamorata yang diresmikan dalam kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat pelaksanaan program OSOP, sekaligus mendukung pemenuhan gizi peserta didik melalui pemanfaatan potensi lokal.
Mengakhiri kunjungan kerjanya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, kepala sekolah, pengawas, dan seluruh pihak yang terus berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Manggarai.
Ia optimistis, perubahan besar bagi Nusa Tenggara Timur akan lahir dari ruang-ruang kelas yang terus menghasilkan karya, membangun karakter, dan melahirkan generasi penerus yang siap bersaing.
“Dari Manggarai hari ini, kita menyalakan cahaya yang kelak akan menerangi Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia,“ pungkasnya.**(Tim/red)





















