LEWOLEBA, SWARALOMBLEN com—Suasana haru menyelimuti Gereja Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba saat berlangsung Misa Syukur, Serah Terima Jabatan Pastor Paroki, dan Temu Pisah Pastor Paroki, Minggu (28/06/2026).
Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 16.00 WITA itu dipimpin oleh Rd. Blasius Kleden dan dihadiri umat Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba dengan sukacita mendalam.
Dalam homilinya, Rd. Blasius Kleden menegaskan bahwa seorang imam menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan umat, kapan pun dan di mana pun diutus.
“Para imam memberikan seluruh hidupnya untuk Tuhan. Cinta dan kasih Allah terus mengalir kepada umat-Nya. Ketika imam bahagia melayani, umat pun ikut berbahagia, dan Tuhan sendiri berbahagia,“ ungkapnya.
Ia mengajak umat untuk terus mengikuti Kristus sebagai jalan keselamatan. Menurutnya, kehidupan keluarga memang penuh tantangan, terutama di bidang ekonomi. Namun, ia menilai potensi pertanian di Kabupaten Lembata sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus hidup rukun karena Allah telah menyediakan jalan keselamatan bagi umat-Nya,“ pesannya.
Pada kesempatan tersebut juga dibacakan Surat Keputusan Uskup Larantuka Nomor: KL/166/V/III/IV/2026 tentang pembebasan dan pengangkatan tugas para imam.
Berdasarkan keputusan yang ditetapkan di Sandominggo, Larantuka, pada 17 April 2026 itu, Uskup Larantuka, Mgr. Hans Mointeiro, membebastugaskan Rd. Blasius Masang Kleden dari jabatan Pastor Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba dan mempercayakannya sebagai Deken Wilayah Lembata sekaligus Pastor Paroki Waikomo yang berdomisili di Rumah Deken Lembata.
Dalam keputusan yang sama, Rd. Blasius Keban diangkat menjadi Pastor Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba untuk melanjutkan pelayanan pastoral kepada umat.
Dalam sambutannya, Rd. Blasius Keban menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen melanjutkan karya pelayanan yang telah dibangun pendahulunya selama hampir satu dekade.
“Saya akan melanjutkan tongkat estafet pelayanan yang telah dibangun oleh Romo Blasius Kleden bersama seluruh umat Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba,“ ujarnya.
Sementara itu, Rd. Blasius Kleden menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat apabila selama kurang lebih sembilan tahun masa pelayanannya masih terdapat kekurangan.
“Apabila selama sembilan tahun saya melayani ada tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan di hati umat, saya dengan tulus memohon maaf,“ katanya.
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Sta. Maria Banneux Lewoleba, Fransiskus Limawai Koban, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi Rd. Blasius Kleden yang telah mengabdi selama kurang lebih sembilan tahun di paroki yang memiliki sekitar 7.000 jiwa umat tersebut.
Menurut Fransiskus, Rd. Blasius Kleden datang memimpin paroki di tengah situasi yang tidak mudah, ketika pembangunan gereja masih menghadapi berbagai polemik.
“Beliau hadir di tengah masa krisis umat. Namun dengan ketekunan dan semangat pelayanan, beliau berhasil menyelesaikan pembangunan Gereja Paroki dan aula paroki sehingga menjadi kebanggaan umat. Gereja yang berada di jantung Kota Lewoleba ini kini tampil megah dan indah, baik dari sisi interior maupun eksterior,“ ungkapnya.
Ia berharap kepemimpinan Rd. Blasius Keban dapat melanjutkan berbagai karya pastoral yang telah dirintis pendahulunya demi pertumbuhan iman dan persatuan umat Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba.
Diketahui, Rd. Blasius Kleden telah resmi dipercaya oleh Keuskupan Larantuka sebagai Deken Wilayah Lembata sejak 17 April 2026, Jabatan Pastor Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba kini resmi diteruskan kepada Rd. Blasius Keban.**(BM)





















