LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah IV Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rovin Lamawato, didampingi Koordinator Pengawas (Korwas) Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Selasa (11/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rovin mengaku kagum melihat berbagai program produktif yang dikembangkan SMKN 1 Nubatukan. Sekolah tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong siswa dan guru mengembangkan budidaya ikan air tawar, pertanian hortikultura, serta peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.
Menurut Rovin, berbagai kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan karena dikembangkan di tengah kondisi geografis Lembata yang sebagian wilayahnya didominasi lahan kering dan berbatu karang.
“Di wilayah yang tandus dan berbatu karang, SMKN 1 Nubatukan mampu membuat sistem pertanian modern. Ini luar biasa dan patut dicontoh oleh SMK lain di Provinsi NTT,” ujar Rovin kepada wartawan.
Ia juga menyoroti perkembangan sektor peternakan yang dikelola sekolah. Menurutnya, saat dirinya berkunjung sekitar empat bulan lalu, jumlah ternak ayam yang dikelola sekolah masih sekitar 100 ekor. Namun, perkembangannya saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Empat bulan yang lalu saya datang, baru sekitar 100 ekor. Per hari ini luar biasa dengan sistem peternakan modern. Ini patut dicontoh oleh SMK di Provinsi NTT,” katanya.
Selaras dengan Visi Nelayan, Tani dan Ternak

Terkait peluang SMKN 1 Lewoleba menjangkau pasar, Rovin mengatakan, pengembangan potensi sekolah tersebut sangat relevan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lembata.
Ia mengungkapkan, sebelum mengunjungi SMKN 1 Lewoleba, dirinya sempat bertemu Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, di ruang kerjanya pada hari yang sama.
Menurut Rovin, Bupati Lembata memiliki visi pembangunan yang sangat relevan dengan kompetensi yang dikembangkan di SMKN 1 Lewoleba, yakni sektor nelayan, tani, dan ternak.
“Tadi sebelum saya ke sini, saya sempat bertemu Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, di ruang kerjanya. Bupati Lembata memiliki visi-misi yang cemerlang, yakni nelayan, tani, dan ternak. Dan itu semua ada jurusannya di SMKN 1 Lewoleba,” ujarnya.
Rovin optimistis, pemerintah daerah dan dunia pendidikan dapat membangun kerja sama untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal guna mendukung pembangunan di Kabupaten Lembata.
“Saya optimis bisa bekerja sama dengan Bupati Lembata untuk mempersiapkan SDM yang handal untuk membangun Kabupaten Lembata ke depan. Saya meyakini SDM untuk mendukung visi-misi nelayan, tani, dan ternak bisa dipersiapkan dari SMKN 1 Lewoleba,” katanya.
SMKN 1 Lewoleba Jadi Contoh
Rovin juga mengajak para guru dan siswa SMKN 1 Lewoleba untuk terus mengembangkan inovasi, khususnya dalam mengolah lahan yang memiliki keterbatasan.
Ia menyebut kondisi geografis Lembata memiliki kemiripan dengan sejumlah wilayah di Pulau Timor yang juga dikenal dengan kondisi tanah berbatu karang.
“Kami di Timor dengan wilayah batu karang terbiasa menanam di atas batu karang. Di SMKN 1 Lewoleba, walaupun tanahnya serupa dengan wilayah Timor, mampu menyulap semua itu menjadi tempat produksi,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman dan inovasi yang dikembangkan SMKN 1 Lewoleba dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di NTT.
“Jangan lupa mampir ke sini dan mari belajar bersama,” ajaknya.
Kepala Sekolah Apresiasi Dukungan Kacabdin
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Lewoleba, Kristina Dudeng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kacabdin Wilayah IV NTT, Rovin Lamawato, bersama Korwas Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun.
Menurut Kristina, kunjungan tersebut memberikan semangat dan dukungan moral bagi para guru maupun siswa dalam mengembangkan berbagai program produktif di sekolah.
“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih karena telah menyambangi SMKN 1 Lewoleba. Bagi saya, para guru dan siswa, kami merasa bersyukur,” kata Kristina.
Dalam kunjungan tersebut, Rovin juga turut melihat dan memanen sejumlah hasil pertanian yang dikembangkan siswa dan guru, seperti sawi, peria, kacang panjang, tomat, serta melihat hasil peternakan ayam berupa telur.
“Pa Rovin Lamawato mengapresiasi kami. Kami merasa mendapat dukungan, baik secara moril maupun material,” ujar Kristina pemimpin perempuan di SMKN 1 Lewoleba ini.
Kristina berharap dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT maupun pengawas pendidikan di Kabupaten Lembata dapat menjadi jembatan bagi SMKN 1 Lewoleba untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami berharap dukungan Pak Rovin di provinsi dan Pak Korwas di kabupaten bisa menjadi jembatan dan perpanjangan tangan bagi kami,” katanya.
Kembangkan Pertanian, Perikanan dan Peternakan
Kristina menambahkan, kondisi geografis bukan menjadi penghalang bagi SMKN 1 Nubatukan untuk mengembangkan potensi pertanian, perikanan, dan peternakan.
Ia mengapresiasi semangat para guru dalam mengakomodasi siswa untuk belajar secara langsung melalui praktik di lapangan.
“Saya salut dengan semangat rekan-rekan guru di SMKN 1 Lewoleba dalam mengakomodasi siswa-siswi. Perikanan di sini, khususnya perikanan air tawar, dikembangkan dengan sistem modern menggunakan aquaponik, yakni kolaborasi antara ikan air tawar dan sayur mayur,” jelasnya.
Menurut Kristina, SMKN 1 Lewoleba memiliki mimpi besar untuk terus mengembangkan tiga sektor utama, yakni peternakan, perikanan, dan pertanian.
Ia optimistis, apabila dikelola secara konsisten dan profesional, hasil produksi sekolah ke depan dapat menjangkau pasar dan sekaligus mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Lembata.
“Kami optimistis ke depan bisa menjangkau pasar dan itu bisa membantu pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati saat ini,” pungkasnya.**





















