LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Sebuah rumah warga di Kelurahan Lewoleba Utara, RT 07/RW 03, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terbakar pada Kamis (20/8/2026) malam.
Rumah tersebut diketahui milik Hj. Tahiri A. Sidik, yang merupakan Imam Masjid Agung Al Ikhlas Lewoleba.
Kobaran api dengan cepat membesar dan membuat warga sekitar panik. Warga yang berada di lokasi berupaya menyelamatkan barang-barang serta melakukan pemadaman secara mandiri untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitar lokasi.
Dalam kondisi tersebut, warga kemudian menghubungi Wakil Bupati Lembata untuk meminta bantuan. Sebuah mobil tangki selanjutnya dikerahkan ke lokasi guna membantu proses pemadaman.
Warga juga berupaya meminta bantuan mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Lembata. Namun, berdasarkan informasi yang diterima warga melalui sambungan telepon, kendaraan pemadam kebakaran tersebut dikabarkan sedang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dikerahkan ke lokasi.
Situasi semakin mencekam ketika api terus membesar. Salah seorang anak pemilik rumah yang berada di lantai atas disebut terpaksa melompat dari lantai tersebut untuk menyelamatkan diri.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Hj. Tahiri A. Sidik diketahui tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi. Menurut keterangan warga sekitar, ia sedang berada di Kabupaten Alor untuk menghadiri acara keluarga.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta. Nilai tersebut mencakup bangunan rumah, perabotan, serta sejumlah barang berharga milik keluarga.
Warga sekitar menyayangkan kondisi sarana pemadam kebakaran milik pemerintah daerah yang dikabarkan tidak dapat beroperasi ketika terjadi peristiwa kebakaran.
“Warga sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Saat kebakaran terjadi, seharusnya mobil pemadam kebakaran bisa segera datang membantu masyarakat,” ungkap seorang warga di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Awak media sedang meminta konfirmasi Kasat POL-PP Peter Ruing untuk meminta tanggapan terkait peristiwa ini.**(Sumber Lidik-News)





















