LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Kepergian sosok Mantan Penjabat Bupati Lembata periode 2016–2017, Drs. Sinun Petrus Manuk, pada Minggu (16/8/2026) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Sinun Petrus Manuk dikenal sebagai sosok birokrat yang pernah mengemban sejumlah jabatan penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT.
Bagi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lembata, Yohanes Vianey K. Burin, kepergian Sinun Petrus Manuk bukan hanya kehilangan seorang tokoh, tetapi juga kehilangan seorang sahabat dan kakak yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi yang baik, elegan dan cerdas.
Ketika diwawancarai wartawan melalui WhatsApp, Minggu (16/8/2026), Vian Burin mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kepribadian kuat dan mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi.
“Sinun Petrus Manuk adalah orang baik, elegan dan cerdas. Saya mengenal beliau bukan hanya sebagai seorang pejabat atau kakak, disisi lain juga sebagai seorang sahabat,” ungkap Vian Burin.
Menurutnya, sosok Sinun Petrus Manuk meninggalkan kesan yang mendalam bagi banyak orang yang pernah berinteraksi dengannya. Sikapnya yang tenang, cara berpikir yang matang, serta pengalaman panjang dalam birokrasi menjadi bagian dari keteladanan yang akan terus dikenang.
“Beliau adalah sosok yang punya wawasan luas. Cara beliau berbicara dan menyampaikan sesuatu selalu menunjukkan kecerdasan dan pengalaman. Banyak hal yang bisa kita teladani dari beliau,” katanya.
Vian Burin juga menyampaikan bahwa jasa dan pengabdian Sinun Petrus Manuk bagi daerah, khususnya Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Lembata, akan tetap dikenang.
“Atas nama pribadi, keluarga dan DPC Partai Gerindra Kabupaten Lembata, saya menyampaikan turut berdukacita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.
Kepergian Sinun Petrus Manuk menjadi kehilangan bagi banyak orang yang masih mencintai karya-karyanya. Namun, bagi orang-orang yang pernah mengenal dan bekerja bersamanya, nilai-nilai pengabdian, kecerdasan, serta keteladanan yang ditinggalkannya akan terus menjadi bagian dari ingatan dan perjalanan hidup mereka.**(Tim/red)





















