Dr. Vincencia Caroline dari Puncak Bukit Waikomo untuk Melihat Keindahan Dunia

banner 120x600
banner 468x60

LEMBATA, SWARALOMBLEN.com–|Di Bukit Waikomo tanah Lembata, di bawah spanduk bakti sosial yang berkibar pelan tertiup angin sepoi-sepoi, sekelompok perempuan berdiri bersama dengan Dia yang berkacamata itu. Pancaran senyuman berharap semua proses operasi katarak berjalan dengan baik.

Dia, Dr. Vincecia Caroline berdiri berdampingan, bersama seorang perawat RS. Bukit Lewoleba, nampak begitu antusiasnya melayani para lansia yang datang dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda dengan cerita hidup yang tidak selalu mudah. Namun pada hari itu, mereka dipersatukan oleh satu harapan yang sama: “Melihat dunia dengan lebih terangterang.“

banner 325x300

Bagi sebagian orang, penglihatan adalah sesuatu yang begitu biasa. Mata terbuka, dunia terlihat, hari berjalan seperti biasa. Namun bagi mereka yang diselimuti kabut katarak atau gangguan mata lainnya, dunia perlahan menjadi samar. Wajah orang tercinta menjadi bayang-bayang. Jalan yang dulu dikenal berubah menjadi ketidakpastian.

Di tempat itulah bakti sosial ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan medis. Ia menjadi pertemuan antara harapan dan kemanusiaan.

Perempuan-perempuan yang berdiri dalam foto itu adalah saksi dari perjalanan tersebut. Salah satunya bahkan tampak dengan balutan penutup pada matanya—tanda bahwa sebuah operasi telah dilakukan, sebuah langkah kecil menuju dunia yang kembali terang.

Dr. Vincencia Caroline menjadi jembatan untuk dan sahabat yang berjalan bersama mereka. Dengan senyum yang tenang, ia seolah berkata bahwa setiap orang berhak melihat keindahan dunia.

Di balik hati yang penuh harapan bersama seluruh tim medis, ada hati yang percaya bahwa cahaya adalah hak semua orang—bahwa setiap mata yang kembali terbuka adalah cerita baru yang lahir.

Bakti sosial ini mungkin hanya berlangsung tiga hari, tetapi dampaknya akan hidup jauh lebih lama. Ketika seseorang ayah kembali dapat melihat wajah anaknya, ketika seorang ibu kembali dapat berjalan tanpa takut tersandung, ketika seorang nenek kembali dapat memandang matahari pagi—di situlah makna sesungguhnya dari pelayanan operasi katarak ini.

Dari Bukit Waikomo RS. Bukit Lewoleba, Yayasan Papa Miskin cerita dimulai dan akan terus diukir.

Karena kadang-kadang, seseorang datang dari puncak bukit, bukan untuk berdiri lebih tinggi dari yang lain—melainkan untuk membantu orang lain kembali melihat keindahan dunia.** (BM) 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *