Kerja Sama FKIK dan RS Bukit Lewoleba Layani Operasi Katarak Gratis Bagi Warga Lembata

banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com–|RS Bukit Lewoleba menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat Kabupaten Lembata. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan tim dokter mata dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK Atma Jaya/ACOPE) serta Yayasan Putra Peduli.

Melalui Direktur RS Bukit Lewoleba, dr. Vincensia Caroline, kepada awak media, Kamis (05/03/2026) menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mata. Menurutnya, program operasi katarak gratis ini sudah rutin dilaksanakan sejak tahun 2023 di RS Bukit Lewoleba, sementara tim dokter spesialis mata dari FKIK Atma Jaya telah melakukan kegiatan serupa sejak tahun 2018.

banner 325x300

Dalam kegiatan tahun ini, RS Bukit Lewoleba mendatangkan 11 tenaga medis dan 4 dokter spesialis mata dari FKIK Atma Jaya untuk melayani masyarakat Lembata yang membutuhkan operasi katarak.

Sebelum operasi dilaksanakan, pihak rumah sakit bersama tim dokter terlebih dahulu melakukan skrining atau pemeriksaan awal terhadap calon pasien. Proses ini dilakukan sekitar satu bulan sebelum operasi berlangsung.

“Karena informasi kegiatan ini tidak selalu dapat menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung, maka tim dokter bersama para donatur dan tenaga medis dari RS Bukit Lewoleba turun langsung ke desa-desa untuk melakukan pemeriksaan awal,” jelas dr. Vincensia.

Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan kadar gula darah serta pemeriksaan kondisi mata untuk memastikan pasien memenuhi syarat menjalani operasi.

“Hasil skrining yang kami lakukan di setiap desa biasanya menemukan sekitar 10 hingga 13 pasien yang membutuhkan tindakan operasi,” terangnya.

Dari hasil pendataan sementara, tahun ini tercatat 180 pasien katarak dan 40 pasien pterigium (selaput mata) yang akan menjalani tindakan operasi dalam kegiatan bakti sosial tersebut.

Rumah sakit yang telah berdiri sejak 1967 ini, lanjut dr. Vincensia, terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta aktif menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang kesehatan.

“Harapan saya sebagai Direktur RS Bukit Lewoleba, rumah sakit ini dapat terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi fasilitas kesehatan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lembata,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa RS Bukit Lewoleba sebagai rumah sakit pertama di Kabupaten Lembata akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat lokal.

Ke depan, pihak rumah sakit juga berencana terus melakukan inovasi pelayanan serta memperluas jangkauan kegiatan sosial hingga ke wilayah pelosok desa.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan yang memberi cahaya dan harapan baru bagi masyarakat. Harapannya program seperti ini dapat terus berjalan secara rutin, tidak hanya untuk operasi mata tetapi juga layanan kesehatan lainnya,” tambahnya.

Selain operasi katarak, dr. Vincensia juga mengungkapkan bahwa pada April 2026 mendatang RS Bukit Lewoleba berencana menggelar operasi bibir sumbing gratis bagi masyarakat Lembata, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

“Kami berharap RS Bukit Lewoleba terus mendapatkan dukungan dari para donatur sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lembata dapat semakin luas dan bermanfaat,” tandas dr. Vincensia.**(BM dan Tim)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *