LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) resmi meresmikan Kantor Terminal Point PELNI di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/3/2026). Acara Sermonial ini dihadiri oleh eks Pj Bupati Marsianus Jawa, bersama Bupati Lembata, petrus Kanisius Tuaq bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Raden Arie Wijaya, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Lembata Yance Andrianus Talan, serta sejumlah pimpinan instansi daerah.
Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas transportasi laut di wilayah kepulauan, khususnya di pulau Lembata.
Sermonial peresmian dilakukan oleh Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo, didampingi Vice President Umum PELNI Yustinus Donny Pratomo serta Kepala Cabang PELNI Larantuka Yulianto.
Heri Purnomo selaku Direktur SDM PELNI menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan kantor Terminal Point PELNI di Lewoleba. Ia menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan buah dari sinergi antara PELNI dan Pemerintah Kabupaten Lembata yang telah terjali sejak beberapa tahun terakhir.
“Pembangunan kantor ini merupakan bagian dari proses panjang sinergi antara PELNI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Dukungan penyediaan lahan oleh pemerintah daerah pada tahun 2023 menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pentingnya penguatan konektivitas transportasi laut bagi masyarakat kepulauan seperti Lembata,” ujar Heri
Lebih lanjut, Heri menerangkan bahwa kehadiran kantor Terminal Point tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi laut, mempermudah akses masyarakat, serta mendorong distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Larantuka, Yulianto, mengatakan bahwa kantor Terminal Point Lewoleba yang berada di bawah naungan Cabang Larantuka akan memperkuat koordinasi operasional serta meningkatkan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Kami siap memberikan layanan yang lebih cepat, aman, dan responsif kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas tersebut. Ia menilai keberadaan Terminal Point PELNI sangat strategis bagi daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
“Sebagai daerah kepulauan, konektivitas transportasi laut adalah kebutuhan utama. Ke depan kita berharap ada penguatan layanan, termasuk kemungkinan penambahan rute pelayaran agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang semakin lancar,” Ujar Bupati Kanisius Tuaq.
Bupati Kanis juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan PELNI yang selama ini telah menghadirkan layanan kapal yang singgah di Pelabuhan Lewoleba.
“Saat ini terdapat empat kapal besar yang melayani pelayaran di wilayah ini, dan tentu hal tersebut sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Lembata,” terang Kanisius Tuaq.
Menutup sambutannya, Bupati Kanis Tuaq menyampaikan sebuah pantun sebagai simbol harapan agar pelayanan transportasi laut semakin dirasakan masyarakat.
“Burung camar terbang ke seberang,
Hinggap sejenak di pohon kelapa.
Gedung baru berdiri megah dan terang,
Semoga pelayanan semakin dirasakan masyarakat kita.”
Sebagai BUMN di bidang pelayaran, PELNI terus berkomitmen menjaga konektivitas antar pulau di seluruh Indonesia, terutama di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi. (Sumber Ahmad)





















