Kepada FRONTAL, Uskup Larantuka Tegas Tolak Geothermal Atadei

banner 120x600
banner 468x60

LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Front Masyarakat Lembata untuk Keadilan (FRONTAL) bersama Forum Komunikasi Pemuda Atakore (FKPA), tokoh adat, dan perempuan dari Atakore menemui Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Hans Monteiro di Aula Paroki Maria Banneux, Senin (16/3/2026).

Pertemuan ini membahas suara penolakan umat di Stasi Watuwawer, Kecamatan Atadei, terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei.

banner 325x300

Dalam pertemuan tersebut, FRONTAL menyampaikan sejumlah dugaan manipulasi yang dilakukan terhadap umat Stasi Watuwawer untuk mendapatkan legitimasi atas proyek geothermal.

Juru Bicara FRONTAL, Philipus Payong, mengungkapkan bahwa tokoh adat setempat yang juga seorang umat Katolik melaporkan langsung kepada Uskup Hans Monteiro mengenai pengalamannya.

“Ia telah menolak geothermal, namun ia diwawancarai terkait kamtibmas lalu diberitakan mendukung geothermal. Padahal ia tidak pernah mengatakan mendukung geothermal. Ia hanya bicara terkait kamtibmas,” ujar Philipus kepada Swaralomblen, pada Selasa (17/3/2026).

Kepada Uskup, FRONTAL juga mengungkapkan temuannya dilapangan bahwa ada pencatutan nama tokoh adat dan tokoh perempuan dalam mendukung dalam SK Bupati Lembata yang bertujuan untuk mendukung pembangunan proyek ini.

Philipus menambahkan, mereka telah menyampaikan hal ini langsung kepada Uskup.

“Jadi ada banyak hal yang diungkapkan dalam pertemuan itu, termasuk kerentanan Atadei sebagai lokasi pembangunan PLTP,“ jelasnya.

Dalam pertemuan itu, FRONTAL juga menyoroti tidak tuntasnya penjelasan kepada umat Stasi Watuwawer terkait aspek teknis seperti geologi, geofisika, geokimia, dan kebencanaan.

“Penjelasan itu belum dijelaskan sampai saat ini. Padahal di waktu yang lalu, masyarakat menuntut hal itu. Ini merupakan bagian penting yang harus diketahui warga sebelum dieksploitasi, mengingat eksploitasi akan segera dilakukan,“ tegas Philipus.

Menanggapi berbagai persoalan yang diadukan, Uskup Hans Monteiro memberikan respons tegas terkait geothermal Atadei. Menurut Philipus, dalam pertemuan itu mereka mendengar langsung pernyataan Uskup yang menolak geothermal.

“Uskup Hans Monteiro menegaskan bahwa sikap penolakan gereja terhadap geothermal tidak berubah. Penolakan ini merupakan sikap gereja secara institusi sehingga Uskup berganti sekalipun, sikap menolak tetap sama,“ kutip Philipus.

Uskup juga menekankan bahwa gereja tidak akan berhenti dalam upaya pastoral

“Bahkan, kami juga mendapatkan penjelasan bahwa gereja tidak selesai dalam urusan surat gembala. Gereja sudah melakukan beberapa hal dan kedepannya gereja tetap akan berjuang,“ tambah Philipus.

Lebih dari itu, Uskup juga berpesan bahwa umat katolik yang telah dibaptis memiliki tugas profetis.

“Hal ini kami maknai bahwa FRONTAL dan semua umat katolik harus terus memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas namun tetap mengedepankan cinta kasih. Sebab Uskup juga berpesan agar tetap hati-hati sehingga tidak menimbulkan konflik horizontal antara sesama umat,“ ungkap Philipus.

Bagi FRONTAL, pesan Uskup ini penting untuk diteruskan ke umat katolik lainnya bahwa gereja sudah berjuang dan umat harus tetap bersuara dengan tetap menjunjung tinggi hukum cinta kasih antara sesama umat Allah sesuai dengan ajaran Kristus.**(Tim SL)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *