LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com—Rapat akhir anggota (Rat) Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berlangsung alot dan disuguhkan dengan nuansa penuh sukacita, di momen Rat yang terjadi pada, Sabtu (28/03/2026) menjadikan koperasi yang beralamat di Pelabuhan Laut Lewoleba yang beranggotakan Buru itu nampak terlihat istimewa, pasalnya curhatan dari salah satu anggota, Fransiskus Lowai Luon di antara lima anggota yang mendapatkan penghargaan ini mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dalam anggota Rat. Fransiskus pada kesempatan ini mendapatkan SHU sebesar Rp 1.161.000,00.
“Saya menjadi anggota koperasi beberapa tahun sejak koperasi ini berdiri. Semuanya ini kembali ke kita, kalau kita pandai kredit dan pandai kasih pulang. Kalau begini SHU kita pasti naik tiap tahun,” kata Fransiskus.
Fransiskus di tahun-tahun sebelumnya mendapatkan SHU di kisaran Rp 700-800 ribu dan meningkat pada tahun buku 2025. Ia menjadikan koperasi sebagai tempat untuk meminjam uang dengan bunga kredit rendah, juga bahan kebutuhan pokok seperti beras dan lain-lain.
“Harapan saya semoga koperasi ini diurus dengan baik di setiap pergantian pemimpin. Selama kerja sebagai TKBM saya bisa membiayai anak sampai lulus kuliah S1. Kalau ada kebutuhan mendadak, sedikit pun koperasi ini bisa membantu,” ujar Fransiskus Luon.
Penghargaan khusus ini diserahkan setelah lima anggota ini dinilai memiliki partisipasi dan kontribusi yang paling tinggi bagi pertumbuhan koperasi yang berdiri sejak tahun 1996 ini.
Diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, lima anggota ini juga mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) tertinggi pada tahun buku 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lewoleba, Lembata Nusa Tenggara Timur dihadiri seluruh anggota koperasi, hingga membuat kapasitas aula tidak mampu menampung jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun. Hal ini menjadi indikator berkembangnya Koperasi TKBM di Kabupaten Lembata.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperindag) Wilhelmus Leuweheq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pengawas koperasi atas dedikasi mereka dalam membangun koperasi yang dinilai sebagai pelopor di Kabupaten Lembata. Kadis Wilem mengatakan bahwa keberhasilan Koperasi TKBM tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara anggota dan pengurus yang setia serta bijaksana.
Selain itu, Wilem juga menyinggung peran strategis tenaga kerja bongkar muat dalam mendukung mobilitas distribusi barang dan jasa, terutama untuk menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberadaan TKBM sangat membantu dalam penyaluran bahan pangan seperti sayur, telur, dan beras ke dapur-dapur MBG.
Wilhelmus juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa pembangunan gerai koperasi tersebut sedang berjalan dan kini membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.
Lebih lanjut, Wilem turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi anggota koperasi yang beragama Islam serta selamat memasuki Pekan Suci bagi umat Katolik yang jatuh pada Minggu 29 Maret.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lembata, Benediktus Burak Making, yang juga bertindak sebagai manajer Koperasi TKBM, menyampaikan bahwa dirinya telah mendampingi koperasi tersebut sejak tahun 2004.
Ia mengungkapkan bahwa Koperasi TKBM pernah menerima dana bergulir sebesar Rp100 juta dari Dinas Koperindag Provinsi NTT sebagai modal usaha. Saat ini, pihaknya tengah melakukan komunikasi agar dana tersebut dapat dihibahkan kepada koperasi, sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Dari tahun 2004 saat saya berada di Dinas koperasi, saya mendampingi koperasi TKBM, dan Sampai saya pensiun dari ASN, saya tetap bersama mereka dalam suka dan duka,” ujar Ben Making.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Nakertrans, Rolly Betekeneng, yang hadir mewakili menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah terkait realisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota TKBM.
Menurutnya, implementasi program tersebut masih terkendala oleh kondisi efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah.
RAT Koperasi TKBM ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan kelembagaan koperasi agar terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendukung perekonomian daerah.
Di rat TKBM dengan misi: Mewujudkan keluarga yang solid, dan berdaya saing, menuju kesejahteraan bersama.
Selain anggota, turut hadir dalam pembukaan Rat TKBM Kepala Kelas III Pelabuhan Laut Lewoleba Elias Koten yang juga dalam sambutannya akan bersama buru dalam hal mengawal mobilitas jasa angkutan barang. Tidak Lupa pula perwakilan Bank NTT Cabang Lembata, Frans Salem.**(BM)





















