Pemkab Flores Timur Dorong Prosesi Semana Santa Larantuka Jadi Warisan Dunia UNESCO

Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

LARANTUKA, SWARALOMBLEN.com—Perayaan Semana Santa 2026 di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026) kembali menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Rangkaian perayaan dimulai pukul dengan prosesi Jalan Salib. Selanjutnya, berbagai ritual keagamaan dilaksanakan, termasuk prosesi laut yang berlangsung di pesisir Pantai Palo, diikuti ribuan peziarah dengan dukungan 134 armada laut.”

banner 325x300

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, SE, menyampaikan bahwa jumlah peziarah yang telah tercatat mencapai lebih dari 4.400 orang. Pada hari ini, tambahan peziarah dari Pulau Timor dijadwalkan tiba menggunakan kapal penyeberangan ASDP Feri. Selain itu, arus peziarah juga datang dari Labuan Bajo hingga wilayah Sikka.

“Para peziarah saat ini sedang bergerak menuju Flores Timur dan sebagian sudah tiba di Larantuka,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para peziarah tidak hanya mengikuti rangkaian ritus keagamaan, tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata di Flores Timur. Destinasi tersebut meliputi wisata religi hingga objek wisata alam dan budaya lainnya.

Beberapa lokasi yang menjadi tujuan ziarah antara lain patung religius di Wure, Kapela Makam Monsinyur Gabriel Manek, serta berbagai titik wisata lainnya di sekitar Larantuka.

Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak lintas sektor untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah fasilitas seperti spot berjualan dan sarana pendukung telah disiapkan bagi pelaku UMKM selama perayaan berlangsung.

“Setelah perayaan Semana Santa selesai, kami akan melakukan pendataan untuk melihat dampak langsung terhadap pelaku UMKM,” tambahnya.

Perayaan Semana Santa di Larantuka sebelumnya telah mendapatkan pengakuan nasional. Pada 2025, tradisi ini resmi terdaftar sebagai warisan budaya takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Saat ini, pemerintah juga tengah mendorong pengakuan internasional melalui UNESCO.

Tahun ini, perayaan juga dihadiri oleh wisatawan mancanegara dengan jumlah sekitar 10 orang.

Dari sisi akomodasi, seluruh hotel dan homestay di Larantuka dilaporkan terisi penuh. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pemerintah menyediakan alternatif penginapan sementara, termasuk memanfaatkan fasilitas sekolah bagi peziarah yang tidak mendapatkan tempat menginap.

Selain fokus pada Semana Santa, pemerintah daerah Flores Timur juga terus mendorong pengembangan berbagai destinasi wisata lainnya.

Di sisi lain, para peziarah diimbau untuk turut mendukung perekonomian lokal dengan membeli oleh-oleh khas daerah, seperti jagung titi, kue rambut, dan kacang mente yang tersedia di berbagai pusat UMKM, termasuk NTT Mart, Ujar Kadis Silvester dengan antusias.

Dengan tingginya antusiasme peziarah dan dukungan berbagai pihak, Semana Santa di Larantuka diharapkan tidak hanya menjadi perayaan religius, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat setempat.

“Puncak perayaan Jumat Agung di Larantuka ditandai dengan prosesi darat yang mengarak patung Bunda Tuan Ma mengelilingi Kota Reinha Rosari Larantuka.”**(BM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *