LEWOLEBA, SWARALOMBLEN.com— Penutupan Festival Lamaholot berlangsung meriah dengan dipadati pengunjung yang antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya. Berbagai atraksi tarian tradisional yang ditampilkan pada malam penutupan sukses memukau masyarakat maupun wisatawan yang hadir, Sabtu (04/07/2026) Malam di Pantai Wulen Luo eks lokasi harnus 2016.
Salah seorang pengunjung, Gisel, wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, kepada media ini mengaku baru pertama kali mengunjungi Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyaksikan Festival Lamaholot secara langsung.
Menurut Gisel, kekayaan budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut sangat mengesankan. Mulai dari pertunjukan tari tradisional, hasil karya para perajin lokal, hingga kuliner khas dan produk UMKM mampu memberikan pengalaman yang berbeda baginya.
“Saya sangat terpukau dengan budaya Lembata. Semua yang ditampilkan sangat menarik, mulai dari tarian, kerajinan tangan, hingga kuliner khasnya,“ ujarnya.
Ia juga mengaku tertarik menyaksikan secara langsung proses pembuatan jagung titi, salah satu makanan khas Lembata. Gisel berencana membawa jagung titi sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabatnya di Bandung.
“Melihat proses pembuatannya sangat menarik. Pasti saya akan membawa jagung titi sebagai oleh-oleh ke Bandung,“ katanya.
Selain itu, kerajinan tangan yang dipamerkan oleh pelaku UMKM lokal.
Kor Sakeng, turut mencuri perhatiannya. Gisel mengaku kagum dengan kualitas dan keunikan produk yang dipamerkan, sehingga ia membeli beberapa kerajinan untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari Lembata.
Lanjutnya, ia membawa beberapa perhiasan karya Kor Sakeng ini untuk dipakainya bila ada kegiatan seperti 17 Agustus nanti.
Festival Lamaholot kembali menunjukkan potensinya sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran pengunjung dari luar NTT menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Lamaholot memiliki daya tarik yang kuat dan layak terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya nasional, Festival inipun ditetapkan dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Repoblik Indonesia.**(BM)















